Image hosted by Photobucket.com Text and Pict studio: February 2005

Monday, February 28, 2005

Pendekar X Halaman 16 dan Sketsa Karakter Komik Cerpen 2

Inker tipis Pendekar X sudah dimulai lagi di halaman 16...

Karakter Tokoh Komik Cerpen sudah tahap sketsa...
Figur-nya dari foto Surienxxx dan Her Boyfriend-nya...

Kemungkinana waktu malam hari buat bikin...thumbnail komik Cerpen.
Siang, buat inker Pendekar X.

Istirahat ini mau bikin sketsa cover dalam Kakek Bejo-Jangguter...
Dan Baby Bejo...

Habis beli kertas satu rim folio di toko Mahkota-Palmerah.

Kemarin chat paling lama dengan Wisnoe Lee-Gibug...
Sharing pengalaman ngomik.

OK, back to work...

Cover Bejo Jangguter, Naskah Bejo Selesai, dan Foto Figur Komik Cerpen...

Naskah Ketik Komik Kake Bejo Terrant, sudah selesai dan mau dikirim sekarang via email.

Cover Bejo tinggal diwarnain...

Dan Foto pigur karakter komik cerpen 2, sudah ada dari Rini Surienxxx.
Tinggal dibikin sketsanya.

inalillahi wa innailaihi roji'un...

Telah meninggal nenek di Loji Jatiwangi.
Rabu, 23 Februari 2005.

Sejarah Komik Indonesia: Kepala Tanpa Leher

Sejarah Komik Indonesia:
Kepala Tanpa Leher
 

Oleh Donny Anggoro

”Tidak seharusnya buku komik seperti itu!” –

Scott McCloud dalam Understanding Comics: The Invisible Art, HarperCollins Publishers, New York, 1993.

Lontaran Scott McCloud di awal tulisan ini berpijak pada kondisi sosiologis yang keliru di masyarakat sehingga eksistensi komik melulu dianggap sebagai bacaan anak mutu rendahan, sekali baca lalu dibuang. Tapi, lontaran di atas bolehlah dikatakan sebagai indikasi masih kerdilnya pemahaman masyarakat terhadap komik. Tapi bagaimana dengan komikus lokal kita atau kreatornya sendiri?
Dalam tulisan saya Komik Tak Pernah Mati (Sinar Harapan, 16 Oktober 2004) telah diuraikan komikus Indonesia rata-rata ”bersembunyi” dalam profesi lain misalnya animator film iklan, desainer grafis, dan ilustrator buku/majalah seperti halnya sastrawan yang bekerja sebagai wartawan, copywriter perusahaan advertising, atau editor sebuah penerbitan notabene masih kurang mengeksplorasi kemampuan terbaiknya dalam menghasilkan komik. Alhasil, komik yang ada cenderung senada (kebanyakan manga dan anime Jepang). Atau ketika mengeksplorasi gaya lain, misalnya kartun atau komik Eropa-Amerika, tetap saja terjerembab pada kemiskinan bercerita sehingga walau unggul secara visual cenderung gagal secara naratif.
Memang bukan hal mudah memunculkan semangat seorang pencipta. Para komikus umumnya bekerja sendiri lantaran komiknya dikerjakan di luar rutinitasnya sebagai pekerja. Masa-masa R.A Kosasih, Ganes Th., Hasmi, dan Jan Mintaraga yang bisa hidup sepenuhnya dari membuat komik agak sulit untuk terulang kembali. Konsentrasi komikus kita di masa kini umumnya terpecah antara mengerjakan ilustrasi pesanan dengan membuat komik sebagai pencapaian kreativitas pribadinya. Padahal, tatkala mengerjakan komik, kita mengharapkan seperti halnya kerja seorang penyair yang mampu memisahkan latar belakang dengan karyanya seperti John Keats dalam Sastra dan Psikologi, pada Teori Kesusasteraan yang ditulis Renee Wellek dan Austin Warren (Gramedia, 1990),”…(Diri penyair) adalah segala sesuatu dan sekaligus tidak ada...Seorang penyair adalah sesuatu yang paling tidak puitis di seluruh semesta, karena ia tidak punya identitas-ia terus menerus menciptakan dan mengisi jagad lain.”
Pada hakikatnya karya yang baik entah itu lepas atau tak lepas dari keseharian penciptanya tetap mempunyai ruang yang menurut John Keats ”terus menerus diciptakan dan mengisi jagad lain”. Kesulitan membagi konsentrasi ini seperti dikeluhkan seorang komikus muda kepada saya membuat saya yakin kebanyakan karya komik lokal belum mampu ”mengisi jagad lain” itu.

Sejarah yang Putus
Masalah kurang terbukanya komikus lokal (baca: underground) masa kini dengan disiplin ilmu lain seperti sastra hingga tak menghasilkan cerita yang memikat disebabkan adanya missing link sejarah komik dengan generasi sekarang. Andy Wijaya, pencetus situs KomikIndonesia.com yang belum lama ini sedang berupaya menerbitkan kembali komik klasik Indonesia Gundala dan Si Buta dalam sebuah wawancara melalui e-mail mengatakan, ”Ini bukan semata kesalahan mereka. Komik-komik klasik Indonesia sendiri kebanyakan sudah OOP (out of print) alias tidak diterbitkan lagi.”
Missing link alias putusnya sejarah menjadikan perkembangan komik lokal kita bak kepala tanpa leher. Ia gagal menjadi mata rantai produksi massa namun bergeliat ditandai dengan tumbuhnya pelbagai komunitas komik underground di berbagai tempat. Ia berhasil menjadi indikator kreatif tapi terlepas dari sejarah yang dulu pernah melahirkannya. Perkembangan komik Indonesia seperti ”sakit” dan ”jalan di tempat”.
Kehidupan dan perkembangan komik Indonesia sebenarnya amat ditentukan oleh kondisi kehidupan masyarakatnya. Karna Mustaqim dalam Mari Membaca Komik (situs IndieComic.com, 7 Juli 2004) mengatakan perkembangan komik lokal gagal memikat masyarakatnya sendiri untuk kembali mencintai komik. Senada dengan missing link tersebut, Hikmat Darmawan pengamat komik dalam sebuah diskusi bertajuk Membandingkan (Kebangkitan) Komik Jerman-Indonesia 22 Oktober 2204 di Goethe Institut Jakarta mengatakan, sumber referensi komikus umumnya kurang karena mereka sendiri toh hanya membaca komik. Nah!
Missing link lain yang boleh disebut adalah kurangnya media berbasis komik ataupun mengangkat komik-kartun lokal. Padahal pada tahun 2001 dan 2002 pernah terbit tabloid Komikku dan Komik SAP, majalah KumKom (Kumpulan Komik, terbitan Gramedia 1994), majalah HuMor (1990) yang bermetamorfosis dua kali pada tahun 1980-an setelah berganti nama dari majalah Stop, majalah Eppo (juga tahun 1980-an) dan yang tertua majalah Pop-Comics. Lembergar atawa Lembaran Bergambar suplemen dalam harian Pos Kota sejak pertengahan1970-an sampai awal 1990-an juga tak dapat dilupakan sumbangsihnya dalam sejarah komik lokal dengan menghadirkan Keliek Siswoyo (Doyok), Budi (Otoy) serta tokoh lain yang tak kalah populer seperti Kubil, komik karya Martono, Dhika Kamesywara, dan lain-lain. Ironisnya suplemen ini tiba-tiba jadi ”korban” semenjak krisis ekonomi 1998. Walau kini masih ada tapi tak seramai dulu karena hanya menyisakan dua tokoh saja, yaitu Doyok dan Otoy.
Sampai kini komik strip cenderung kurang berkembang, bahkan dalam industri pers sendiri yang sebenarnya bisa mendukung kehidupan komik strip lokal secara finansial. Kalaupun ada hanya dimiliki grup besar saja seperti Kompas meskipun sesungguhnya jika penerbit sedikit memberi kesempatan, dapat membantu perkembangan komik lokal.
Anehnya, perkembangan kartun dan karikatur yang sebenarnya bersaudara dengan komik cenderung lebih baik ketimbang komik. Perkumpulan kartunis di Indonesia bahkan menjadi sindikat tersendiri seperti Kelompok Kartunis Kaliwungu yang disebut ‘Kokkang’. Sindikat yang bergerak sejak awal 1980-an ketika media cetak memberi perhatian cukup besar pada kartun ini memiliki akses cukup kuat sehingga karya-karyanya mendominasi banyak media massa. (Kartun Berhenti di Kaliwungu, PANTAU, Mei 2001). Para anggota Kokkang pun ada juga yang menjadi komikus. Sebutlah Muchid Rahmat yang kini menjadi komikus freelance di Elex Media Komputindo. Kokkang sendiri pun diam-diam menjelajah mancanegara. Beberapa karyanya ada yang dimuat di Yomiuri Shimbun selain aktif mengikuti festival kartun seperti Nasreddin Hodja Contest (Turki), The Magna Cartoon Exhibition Hokaido Japan, dan lain-lain. Selain Kokkang, ada Pakarti (Perkumpulan Kartunis Indonesia) yang salah satunya dibidani kartunis senior Pramono.
Buku telaah tentang komik atau kartun pun minim. Sampai kini yang baru terbit hanya beberapa judul, misalnya Komik Indonesia (Marcel Bonneff, 1998), Karikatur dan Politik (Augustin Sibarani, 2001), Menakar Panji Koming (Muhammad Nashir Setiawan, 2002), dan Kartun (I Dewa Putu Wijana, 2004). Selebihnya hanya tinjauan singkat yang ”nyempil” sebagai pengantar buku komik dan kartun saja seperti Wimar Witoelar (Lagak Jakarta), Seno Gumira Ajidarma (Sebuah Tebusan Dosa, Teguh Santosa), Goenawan Mohamad (Palestina, Joe Sacco edisi Indonesia terbitan Mizan 2003), dan lain-lain. Ini menunjukkan betapa miskinnya perhatian kita pada komik dalam wacana sehingga tak memunculkan kritikus dan pengamat yang serius.
Komunitas komik walau ada dan tetap berkarya belum sampai mengukir prestasi seperti Kokkang. Komunitas komik masih dipandang sebelah mata sehingga produk mereka belum mampu berdiri sendiri. Untung semangat itu belum surut. Banyak komikus memanfaatkan peluang pasar media yang tersedia sebagai suplemen atau promosi produk dari media lainnya.

Pengaruh Komunitas
Dalam Mari Membaca Komik, Karna Mustaqim menyebutkan komik yang pernah hadir di Indonesia memiliki komunitas penggemar tersendiri. Komu-nitas ini kemudian membentuk pengaruh kepada komikusnya. Misalnya ketika memasuki dekade 70-an hingga 80-an dengan kehadiran komik-komik impor dan terjemahan Barat (Eropa dan Amerika) komik lokal melahirkan tokoh superhero adaptasi Barat (Gundala, Maza, dan Godam) walau di masa itu ada komik wayang R.A Kosasih. Kosasih sendiri bahkan pernah terpengaruh superhero dengan menciptakan superhero wanita Sri Asih. Disusul dekade 90-an hingga saat ini serbuan dari komik terjemahan asal Jepang membentuk pengaruh pula pada komikus. Periodisasi Karna Mustaqin tersebut bukan dimaksudkan sebagai gambaran mutlak. Batasan tahun hanya untuk memperlihatkan adanya perubahan gradual pecinta komik di Indonesia seiring hadirnya komik-komik impor.
Keterpengaruhan komik impor baiklah dapat disebut sebagai indikasi postif dengan munculnya kegairahan komikus mengeksplorasi karyanya sekaligus negatif lantaran komik yang terbit saat itu rata-rata memiliki ciri serupa: superhero (70-an dan 80-an) dan manga (90-an sampai sekarang). Mungkin jika tak terjadi missing link komikus masa kini dapat melakukan ”pemberontakan” seperti Hasmi dan Wid N.S yang membuat komik fiksi ilmiah-superhero ketika di masa itu sedang tren komik silat karya Ganes Th.
Duet Benny Rachmadi dan Mice (dimulai tahun 1998 dengan seri Lagak Jakarta-nya) serta Ahmad ”Sukribo” Ismail yang berhasil ”mengisi jagad lain” dan melakukan ”pemberontakan” sebagai komikus strip muda selain bekerja sebagai illustrator. Agak lama setelah era Benny dan Mice, baru muncul komikus Beng Rahardian (Selamat Pagi Urbaz!) dan trio Ipot, Oyas, Iput (1001 Jagoan) yang karyanya berhasil melicinkan pengaruh referensi komik Amerika dan Jepang sehingga mampu melepaskan dominasi pengaruh anime dan manga sebagai mainstream pasar buku komik Indonesia. Secara acak, nama lain yang berhasil muncul menunjukkan jati diri tanpa pengaruh mainstream bisa disebut Wahyoe (Gibug), Donny (Alakazam) dan Alfi ”Sekte Komik”.
Kehidupan dan perkembangan komik di Indonesia sebenarnya amat ditentukan oleh kondisi kehidupan masyarakatnya. Optimisme bangkitnya komik Indonesia menjelang akhir 2004 ini hendaknya disikapi dengan lebih baik oleh semua pihak sehingga suatu saat komik Indonesia dapat diperhitungkan sebagai produk bermutu sekaligus mempunyai ahli, sejarawan, dan kritikus seperti halnya sastra, seni rupa, atau film.
Angan-angan kelahiran komik Indonesia sebagai renaisans mungkin masih jauh walau tak tertutup kemungkinan kelak terbetik semangat kesadaran baru seperti yang pernah dilontarkan pengamat seni rupa Inggris pencetus istilah pop-art, Lawrence Alloway.*

Penulis adalah editor sebuah penerbit, dan pencinta komik, tinggal di Jakarta.
 
 
 
 
Copyright © Sinar Harapan 2003
http://www.sinarharapan.co.id/hiburan/budaya/2005/0129/bud2.html

Tuesday, February 22, 2005

Komikasia 5 Bulan Lagi, 36 Halaman Kakek Bejo Dikit Lagi Selesai...

Dapat info bocoran dari Dee, salah satu panitia KOMIKASIA 2005.
Kemungkinan pameran komiknya dimulai hari Sabtu, 16 Juli 2005.
Lamanya 5 hari...

Pas liburan anka sekolah.

Siapain nabung buat jalan-jalan ke Bandung nihh...

34 Halaman Kakek Bejo sudah selesai...sampai tamat 34 halaman.
2 halaman lagi belum discan.
Tinggal bikin cover warna.
Plus tambahan cover dalam, halaman 03.
Dan tambahan Bejo Junior uat halaman 36.

Sekarang masih fokus bikin cover.

Mungkin minggu depan baru dikirim via email ke pak Aziz Terrant.

Naskah ketikan 10 halaman lagi...dari 160 halaman komik Kakek Bejo versi buat penerbit.

Rohaizal, dari Malaysia, mau melihat naskahnya.

Jadi bakal dikirm ke Terrant sama Malaysia.

Dua-duanya dikirim via email saja plus urlnya...

Nonton Horizon di Indosiar mengenai pak Hans Jaladra dan Wisnoe Lee, menarik sekali.
Jarang-jarang liputan komik dibahas secara uptodate dan menarik, bikin semangat ngomik berkibar.

Dan sekarang tambah main-main ke forum blogfam, selain ke freakschoool.com.

Monday, February 21, 2005

HOT NEWS: Hans "Walet Merah" Jaladara & Wisnoe "Gibug" Lee di Indosiar hari ini Jam 12 Siang

To: komik_indonesia@yahoogroups.com
From: "Andy Wijaya" = andy@komikindonesia.com
Date: Tue, 22 Feb 2005 00:51:50 +0800
Subject: [komik_indonesia] Saksikan Hans "Walet Merah" Jaladara & Wisnoe "Gibug" Lee di Indosiar hari ini Jam 12 Siang


Dear All,

Jika teman-teman rindu dan ingin tahu lebih lanjut dengan Hans "Panji Tengkorak - Walet Merah" Jaladara dan Wisnoe "Gibug" Lee,
saksikan wawancara dengan mereka di TV Indosiar

    Acara Horison
    Hari ini Selasa, 22 Feb 2005
    pukul 12.00 siang

Jadi saat makan siang silakan putar saluran TV anda ke channel Indosiar.

Regards,
aNWi
andy@komikindonesia.com

Pesan Agung: Komikus bandung : Masa Lalu Adalah Potret

To: pengajian_komik_dkv@yahoogroups.com
From:  "jagerr kalapa" = momobilan@yahoo.com
Date: Mon, 21 Feb 2005 03:04:23 +0000 (GMT)
Subject: [pengajian_komik_dkv] masa lalu adalah potret



KITA sepakat bahwa orang yang paling rugi di dunia ini
adalah orang yang diberikan modal, tapi ia dihamburkan
modal itu sia-sia. Modal kita dalam hidup adalah
waktu.
      Seringkali kita tidak menyadari betapa berharganya
jatah waktu yang kita miliki. Kita sering menghabiskan
waktu produktif hanya untuk mencari pensil, ngobrol
ngelantur, atau memperturutkan hobi yang tidak
bernilai tambah. Kita sering menghabiskan waktu
berjam-jam hanya untuk mengumbar ketidaksukaan kita,
untuk memendam kedengkian atau kemarahan kita.
Padahal, waktu berlanjut terus dan kita tidak tahu
kapan hidup ini berakhir.
Secara umum waktu terbagi tiga. Pertama, masa lalu. Ia
sudah lewat. Kita sudah tidak berdaya dengan masa
lalu. Tapi banyak orang sengsara hari ini gara-gara
masa lalunya yang memalukan. Karena itu, kita harus
selalu waspada jangan sampai masa lalu merusak hari
kita. Kedua, masa depan. Kita pun sering panik
menghadapi masa depan. Tanah kian mahal, pekerjaan
semakin sulit didapat, takut tidak mendapat jodoh, dan
lainnya. Masa lalu dan masa depan kuncinya adalah
hari ini. Inilah bentuk waktu yang ketiga. Seburuk
apapun kita di masa lalu, kalau hari ini kita
benar-benar bertaubat dan memperbaiki diri, insya
Allah semua keburukan itu akan terhapuskan.

Sayangnya, kita banyak merusak hari ini dengan masa
lalu. Dulu gelap sekarang putus asa, sehingga kita
tidak mendapat apapun. Dulu berlumur utang, sekarang
tidak bangkit, tentu utang tidak kan terlunasi. Masa
lalu kita bisa berubah drastis dengan masa kini.
Begitu pun dengan masa datang. Sungguh heran melihat
orang yang punya cita-cita tapi tidak melakukan apapun
pada hari ini. Padahal hari ini adalah saat kita
menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk
memanen. Maka mana mungkin kita bisa memanen bila kita
malas menanam benih. Karena itu, siapapun yang ingin
tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang
dilakukannya sekarang.


tulisan di atas adalah  surat yang isisnya nasehat
dari orang bijak yang suka sekali komik dan ingin
komik indonesia berkembang tapi bermartabat
wassalam

Thursday, February 17, 2005

Kakek Bejo Sudah Nyaris Selesai Di Halaman 33...

Kakek Bejo sudah nyaris selesai di halaman 33...

Sudah mulai mempersiapkan Komik Cerpen...

Yang mau jadi Tokoh Referensinya : Rini Surienxxx and Her Boy Friend.

Lagi nunggu fotonya...

:D

INFO : MoCCA (Museum of Comic and Cartoon Art)

To: pengajian_komik_dkv@yahoogroups.com
From: "isman" : a_writer@cbn.net.id
Date: Fri, 18 Feb 2005 03:20:17 -0000
Subject: [pengajian_komik_dkv] Gimana Gaya Gambar Komikus Profesional Waktu Kecil?



Bisa dilihat di galeri online MoCCA
(Museum of Comic and Cartoon Art)    
http://www.moccany.org/nowthen/

Galeri tersebut membandingkan karya
sang komikus sekarang (Now) dengan
dulu (Then).

Bisa sekedar untuk memuaskan ingin tahu,
atau pengingat bahwa seahli apapun orang
pasti mulai dari awal juga.

--isman
http://the-fool-found-a.blogspot.com

Wednesday, February 16, 2005

Info: Si Buta dari Gua Hantu Gosipnya Mau Bikin Cerita Baru!!!

To: komik_indonesia@yahoogroups.com
From:  "david siahaan" = dsiahaan2002@yahoo.com
Date: Wed, 16 Feb 2005 03:03:26 -0800 (PST)
Subject: [komik_indonesia] Cerita Baru Si Buta


Saya baca ulasan di tempo tentang si buta. yang menarik perhatian saya adalah adanya rencana untuk bikin komik si buta dengan cerita yang baru. idenya mungkin akan diadakan semacam sayembara untuk mencari komikus yang paling pas melukis si buta. Sedangkan untuk ceritanya mungkin akan dibentuk suatu tim.

Cuma, pengen sumbang saran. Mengenai gambar, saya setuju banget dibikin semacam perlombaan, tapi untuk sekedar masukan saja, selama mengamati komik2 indo yang saat ini beredar (terutama yang diterbitin sama elex dan mnc) kok saya ngerasa kualitasnya gak terlalu bagus - almost all, ngadopt manga style (terutama terbitan elex). Mungkin yang paling mending gambarnya komik Alakzam terbitan Mnc (berwarna). Kalo yang hitam putih, menurut saya paling bagus gambarnya (dan arsirannya terutama) adalah Sunan Kalijaga (Andy, punya gak?) terbitan Mizan. Yang bikin studio SP di bandung. Mungkin sebagai bahan perbandingan untuk perlombaan bisa dilihat dulu contoh 2 komik ini. Bagus2 sekali kok.

Mengenai cerita, saya usul dibikin juga perlombaan juga, mungkin blom detil tapi semacam stroy line aja, so semua yang berkpentingan dan merindukan kembalinya pendekar buta  tersebut (ternasuk anggota milis ini) dapat sama2 berpartisipasi membidani kelahiran kembali Si Buta dari Gua Hantu.....

Jangguter 32: baru 50 %

Ya, baru 50 %....

Tapi nanti malam saya selesaikan yang 50 %-nya.

Besok harus pindah ke halaman 33.

Besok di-scan kali sisa yang belum di-scan-nya.
Dikit demi sedikit...

Sabtu dan Minggu bikin covernya.
Sambil bikin lanjutan Pendekar X.

Dan siap-siap bikin komik cerpen 2.

Tuesday, February 15, 2005

Diskusi Komik Fantasi Indonesia : Kinokuniya

To: komik_indonesia@yahoogroups.com
From:  "Santi R" = dreamcatcherfoxx@yahoo.com
Date: Tue, 15 Feb 2005 21:02:18 -0800 (PST)
Subject: [komik_indonesia] Diskusi Komik Fantasi Indonesia : Kinokuniya


Dear All,

gue baru dapat Reader's Digest edisi Maret 2005, ada iklan menarik nih...
Diskusi Komik : "Komik Fantasi Indonesia : Dari Wayang sampai Superhero"
tanggal 25 Februari di Toko Buku Kinokuniya, Plaza Senayan.

Pembicara : Yanusa Nugroho. (gue gak tau beliau dari milis ini gak ya)...

pada dateng yuk...sekalian kopdar..tapi mesti daftar cepet..biar kita dapet goodie bag dari Reader's Digest (hanya utk 30 pendaftar pertama)..hehehe...gak berubah, nyarinya gratisan mulu...

mending daftar kolektif deh, kayak waktu diskusi tintin dulu, ya mas suryo??

Santi

Masih di Halaman 32....

Halaman 31 sudah selesai...

Saatnya ke halaman 32...


Siap-siap ke komik Cerpen.

Hari Libur buat komik Pendekar X.

Barusan lihat majalah Wizard 5 (Edisi Khusus).
Wizard memuat komik -komik kiriman....
Lumayan ok-ok...
Khsusunya Manusia Lebah.

Studio Uni Komik dibahas juga...
Mereka emang ok-ok.

Situs sangkolektor, lumayan keren.
Dan nemuin blog sketsa...dari milis illustrator.

Info dari Studio komik GRAVEYARDSHIFT

To: mki@yahoogroups.com
From:  "ALFI ZACHKYELLE" = mythosick@yahoo.com
Date: Tue, 15 Feb 2005 17:15:29 -0000
Subject: [mki] Re: Studio komik GRAVEYARDSHIFT



--- In mki@yahoogroups.com, riki rd = tuntra_2000@yahoo.com
> heloo friends
> Studio kalian sudah mengeluarkan komik apa saja??

Yang udah terbit DUA WARNA terbitan M&C Gramedia 1 - 4 sekarang lagi
buku ke 5 sama ke 6.
..Terus MANTERA PAWITRA Novel grafis terbitan Terrant Books, sekarang
lagi versi revisinya.. insya
..terus SUBALI SUGRIWA juga terbitan Terrant, yang ini lagi proses
finishing karena Coloristnya lagi skripsi..hehehe
..terus mini seri MOONLIGHT HIGHSkooL sedang dalam proses ke penerbit
di....
..terus mini seri CABLEGROUND juga dalam proses ke penerbit di...
..terus PUMPKIN DREAM juga sedang dalam proses ke penerbit di..
...terus THE MONSTER TOWER juga dalam proses..

> boleh dong kita tahu....dan bisa diperoleh dimana?

kalo yang DUA WARNA ada di gramed, tapi udah 2 taon lalu...terus kalo
yang MANTRA sama SUBALI insya allah nyusul..

..Naah yang 3 judul di bawah lagi di kulik untuk di luar gitu..


> trims

trims jugaa

alpi

Info: Eldes blog.sketchbook

To: illustrators@yahoogroups.com
From: "|E|L|D|E|S|" = yahoo@eldes.com
Date: Tue, 15 Feb 2005 11:00:19 -0300
Subject: [illustrators] my blog.sketchbook


Hey there!

My last works in:

http://eldes.com/blog


|E|L|D|E|S|
+ www.eldes.com
+ www.ctrlxup.com
+ (55 16) 9766-0255

Info Situs Komik : Sang Kolektor

To: komik_indonesia@yahoogroups.com
From:  "sangkolektor" = sangkolektor@yahoo.com
Date: Tue, 15 Feb 2005 06:23:13 -0000
Subject: [komik_indonesia] Sang Kolektor - situs komik




Salam kenal semuanya,

Bagi yang suka komik, silahkan lihat situs Sang Kolektor di:

Sang Kolektor

Mohon masukannya ya,

Salam,
"Sang Kolektor"

Monday, February 14, 2005

Kakek Bejo Jangguter 31 (40 %)

Kakek Bejo halaman 31 sudah 40 % selesai...
Besok mungkin sudah di halaman 32.

3 Halaman lagi...

Plus Bejo Baby...

Dan mo bikin cover warnanya...

Kemarin sempat chat via YM dengan Adde Agus dari Zoe-bandung.
Yang ternyata dia seorang Betawi.

Zoe, katanya sangat terbuka dengan komik-komik indi...
Kalau yang punya karya komik indi bisa menawarkan komiknya ke dia.
Emailnya: addeagus@yahoo.com

Sunday, February 13, 2005

Kakek Bejo-Jangguter menuju halaman 31...

:D...
Masih dihalaman 30 siyy...
Tapi sedikit lagi...

Insya Allah dalam seminggu ini 36 halaman dan cover bisa selesai.

Mungkin dikirim ke email Aziz-Terrant, hari Senin, Minggu depannya, 21 Februari 2005.

Komik Pendekar X
Komik Cerpen 2
Komik Super Hero...

Semuanya masih menunggu...

Si Didi, penulis, sudah bikin cerita buat komik cerpen...seputar kehidupan kuliah...

Tabungan karya, sedikit demi sedikit...
Blog Kakek Bejo juga sedikit demi sedikit diselesaikan.

Alamat Studio komik GRAVEYARDSHIFT

From:  "ALFI ZACHKYELLE" = mythosick@yahoo.com

alamatnya
Jl. Mangga RT7/4 No 11R
Gandaria Selatan, Cilandak
JAKARTA SELATAN
telp 766.9467

kalo dari blok m naik metromini 610 yang jurusan fatmawati, turun di
jalan manggam,sebelom swalayan D.best. terus nyebrang cari Kantor
kelurahan Gandaria Selatan..nah disitu tuh..hehehe( becanda deng..)
Di samping kantor kelurahan ada bengkel bubut..nah didepannya itu
tempat kami udah kliatan. ciri-cirinya temboknya ada gambar bubble
komik tulisannya COMIC HERE...hehehehe rebet yaah nin..

soeryy ya niin, kemaren acaranya dadakan banget..banyak yang kelewat
gak diundang juga..oia..mampiir duung.kalo saptu rame banget disini...

okay tenkyuu ya
alpiih

Friday, February 11, 2005

Bejo-Jangguter...sudah di halaman 28...

Yang selesai sudah di halaman 28...

Yang sudah di-inker tipis sudah sampai halaman 31...

Ternyata Jangguter sampe halaman 34...jadi 3 halaman lagi yang belum di-inker tipis.

Tinggal cover dalam (halaman 03), dan Cover 01 (depan).

Dan kayaknya bakal disisipin Bejo Junior biar genap 36 halaman.

Dan baru dikirim via email ke pak Aziz - Terrant.
Semoga... Minggu ini bisa selesai.

Libur dua hari kemarin, kedatangan tamu, dari Jatiwangi, teman SMA, Iwan Siswana.
Sudah lama gak ada tamu dari teman SMA...

Thursday, February 10, 2005

Kritikan Ke Komik dan Komikus (milis KomikIndonesia)

Adi Prakoso = prakoso_76@y...:
kl dicermati keunggulan komik2 amrik lbh pada kemampuan mereka utk
mengorganisir diri, sbg contoh dlm satu komik pasti selalu digarap
oleh satu tim yg solid, tdk seperti komikus indonesia yg semua
pekerjaan dirangkap (penulis, penciller, inker, tukang
warna/colorist sekaligus editor :D).

"suryo_anglagard" = surjorimba@hotpop.com :
dulu Amrik, Eropa & jepang juga sama koq. Semuanya dikerjakan
sendiri. Tapi setelah komik menjadi industri yg subur (akhir '30an
dan awal '40an) baru deh mereka bikin organisasi yg lebih baik.
Hingga sekarang.

Adi Prakoso = prakoso_76@y...:
sementara utk SDM saya rasa komik lokal tdk kalah. ide cerita jg
bejibun banyaknya di indonesia.

"suryo_anglagard" = surjorimba@hotpop.com :
Saya sih tidak sependapat. Kalo urusan gambar, kemampuan komikus
kita banyak yg bagus. Tapi kalo bikin cerita, tdk banyak yg bagus.
Ukuran bagus dlm kamus saya sederhana sekali: kalo saya ingat
ceritanya dan/ atau ingin baca lagi lebih dari 2x, artinya ceritanya
bagus.
 
Adi Prakoso = prakoso_76@y...: PS: saya jg mau kl ada yg mo trade komik-komik amrik (DC, marvel,
vertigo, dark horse, valiant de el el). oya ada gak ya yg punya
karya teguh santosa yg terbitan marvel comics ? bs jadi koleksi top
tuh .......... :)

"suryo_anglagard" = surjorimba@hotpop.com :
trade dgn apa ya? Sy punya bbrp komik Amrik yg pengen dijual. Tapi
ngga yakin laku, kalo nitip ke Ten, Utopia atau yg lain. Disana aja
banyak komik Amrik backissues yg ngga laku.

"ozi rahman" = ozi_gaple@yahoo.com:
Saya pikir, kondisi jagad komik Indonesia memang belum menjadi sebuah industri yang kompetitif. Tapi mudah-mudahan sih bakal mengarah ke sana. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu direnovasi di industri komik kita. Misalnya saja segi cerita yang harus diakui memang terlalu nge-pop bahkan terkadang storyboard-nya kadang-kadang lompat tak menentu (Kata Alex Ross sih: ini kecenderungan komik di Asia). Bahkan kebanyakan hasi karya komikus kita adalah "komik tanpa riset". Padahal, kalaupun ceritanya gak nyata, tapi setidaknya logika dan teorinya harus nyambung. Kalau soal gambar sih saya kira komikus kita mampu bersaing loo.. tapi dengan cara dan kriteria penilaian tertentu..

Beda Tema nih.. ITC Kuningan itu Ambassador tea bukan ya..?. Duh saya nyari toko Komik Indonesia belum ketemu.. maklum deh belom begitu kenal jakarta.. he.. he..

"Yanusa Nugroho"= yanusa@cbn.net.id:
Sekadar nimbrung. Aku jadi ingat soal Taguan Hardjo-yang dijuluki raja komik
Indonesia.
Almarhum Prinka pernah bilang sama aku, bahwa Taguan adalah orang yang
sangat hati-hati dan teliti ketika akan melukiskan ceritanya (komiknya). Dia
melakukan riset yang cukup lama untuk gambar yang akan dibuatnya. Misalnya,
ketika dia akan membuat "Setangkai Daun Surga", dia melakukan wawancara,
membaca kebudayaan Arab, bertanya dan kalau perlu mengunjungi museum-mungkin
untuk melihat sendiri benda=benda yang akan digambarnya, misalnya pedang
atau alat lainnya.

Nah, aku nggak  tahu, apakah komikus kita yang muda-muda ini juga melakukan
hal itu.
Sekian tahun yang lalu, aku pernah jadi juri salah satu kegiatan di
Semarang. Di kegiatan itu dipamerkan juga komik-komik pendek karya anak-anak
muda. gambarnya bagus,tapi ide ceritanya.. aduuh maak.. sampai-sampai aku
sempat berpikir, apa mereka ini nggak  pernah baca sesuatu, ya?

"suryo_anglagard" = surjorimba@hotpop.com :
Tempo doeloe banyak komikus yg melakukan penelitian, sebelum bikin
karya. Contohnya Taguan Hardjo & Teguh Santosa (jika Teguh bikin
fiksi sejarah). Hasilnya adalah karya fiksi yg terasa sangat dekat
akurasinya dgn sejarah, shg kita kadang2 'tertipu' bhw ini hanyalah
fiksi. Bukan sejarah sebenarnya. Namun krn kisahnya bersinggungan dgn
peristiwa sejarah, maka kita 'hanyut'. Contohnya Teguh Santosa
(Mahesa Rani, Sandhora, Mat Romeo, dll). Taguan Hardjo juga
memperhatikan hal-hal kecil (tidak terbatas pada catatan sejarah).

Di luar negeri penelitian mendalam juga banyak dilakukan dan hasil
yang sempurna bisa dilihat pada karya2 Herge (Georges Remi) di
petualangan Tintin. Nyaris 95% berangkat dari hasil penelitian. Tapi
ada juga yg mengabaikan penelitian. Akhir '30an mana ada penjelasan
scientific atas tokoh Superman, Flash, Green Lantern, dll. Kalo asal-
usul kekuatan supernya okelah itu ngga usah dibahas. Tapi aspek2
lainnya itu lho. Baru thn '70an komik Amrik mulai 'dekat dgn
kenyataan'.

Perkara generasi muda yg kurang memperhatikan unsur penelitian,
sebenarnya terjadi di dunia lain. Ngga cuman komik. Penyebabnya
banyak. Salah satunya sistem pendidikan kita yg cenderung tidak
mengapresiasi hasil eksperimen. Kita dididik utk menghafal dan
logika. Bukan imajinasi. Kita dulu mengerti proses siklus air, proses
pengasaman, proses pembuahan tumbuh2an, dll bukan krn kita
menyaksikan atau melakukan percobaan di alam/ laboratorium. Lalu
dimana? Nggada. Kita menghafal dari buku2 pelajaran.

Paradigma 'malas eksperimen' itu berkembang hingga kini. Bangsa
Indonesia lebih senang menjadi konsumen dibanding produsen. Kita
lebih senang menjadi tukang bangunan daripada jadi arsitek. Kita
lebih senang produksi obat daripada jadi pencipta obat baru. Kita
lebih senang belajar menari daripada menciptakan tarian baru.

Ujung2nya kita jadi bangsa yg pengen segalanya instan. Padahal kita
tahu suatu hasil yang sempurna terjadi karena ketekunan dan dedikasi
yang terus menerus. Tapi kita ngga sabaran.

Kembali ke komik, alangkah baiknya memang jika komikus kita juga
melakukan penelitian. Banyak komik yg sudah memulainya dgn bagus.
Misalnya melalui bangunan fisik, pakaian, kendaraan, dll. Tapi itu
baru berupa fisik. Belum kepada cerita (filosofi, latar belakang,
adat, agama, sosial budaya, dll dll dll).

Mudah2an dunia komik kita semakin berkembang. Saya yakin banyak
talenta berbakat utk urusan naskah. Mungkin hanya masalah waktu dan
rasa percaya diri saja yg menjadi hambatan.

Monday, February 07, 2005

Besok Libur 2 Hari...

Horeee...
Besok Libur, 2 Hari...
Dan Jum'atnya hari kejepit nasional...

Jangguter masih di halaman 25.
Tapi sebentar lagi...pindah ke halaman 26, frame terkahir sedikti lagi...

Dan hari ini nemuin ide Super Hero Indonesia yang baru!
Buat meramaikan perkomikkan di tahun 2005...

Ayo para Super Heroku, keluarlah...


Ulasan Si Buta di Majalah TEMPO

To: komik_indonesia@yahoogroups.com
From:  "syamsuddin_jkt" syamsuddin_jkt@yahoo.com
Date: Tue, 08 Feb 2005 02:58:56 -0000
Subject: [komik_indonesia] ulasan Si Buta di Majalah TEMPO



Majalah TEMPO No. 50/XXXIII/07-13 Feb 2005 mengulas profil Si Buta
dari Gua Hantu, berisi : wawancara dengan Komikindonesia.com,
Gienardy, Agus Leonardus, biografi Ganes TH, timelines Si Buta, para
kolektor (Andy & saya sendiri) serta apresiasi Si Buta dalam film
Indonesia. Ulasan ini berupa sisipan majalah sebanyak 12 halaman.

Sunday, February 06, 2005

ZeAL Studio (Studio Komik Baru)

http://www.zeal.5u.com/


Keren...
Komiknya keren...

Saya sempet lihat sitenya...
Dua kali, salah klik=dua kali kena dikerjain site-nya studio Zeal.

Studio dengan personil saudaraan...sama seperti saya,

Yang penting karyanya...

Terus maju ya...

Dan sukses!

Jangguter di Halaman 25

Jangguter sudah di halaman 25...

Lumayan lama menyelesaikannya, karena setting kota butuh kedetailan yang lumayan...
Settingnya, ngambil nuansa di Sarinah.

Kayaknya tahun 2005, Komik Super Hero Indonesia, mulai banyak bermunculan.
Semoga semakin rame...

Pameran Kartun Nasional (PAKARNAS 2005) dan Pertemuan Kartunis Nasional (MUKARNAS 2005) di ARMA Museum, Ubud, Bali.



To: Creative_circle_ind@yahoogroups.com
From: aji.bekti@jwt.com  
Date: Mon, 7 Feb 2005 10:17:33 +0700
Subject: [Creative_circle_ind] Fw: [PANSERD] Pertemuan Kartunis Nasioanl 2005 di Bali


PAKARTI bersama ARTPOINT & ARMA MUSEUM, Ubud, Bali
bekerjasama untuk menyelenggarakan Pameran Kartun
Nasional (PAKARNAS 2005) dan Pertemuan Kartunis
Nasional (MUKARNAS 2005) di ARMA Museum, Ubud, Bali.
PAKARNAS akan berlangsung pada tanggal 15 Februari ¡V
15 Maret 2005 sedangkan MUKARNAS berlangsung pada
tanggal 15 Februari ¡V 17 Februari 2005.

Nama-nama pembicara dan topik yang akan digelar di
PAKARNAS/MUKERNAS 2005 di Museum ARMA Ubud:

1. Bp.Dr Jaya Suprana: "Peluang Bisnis Dengan Kartun"
2. Bp. GM Sudarta: "Konstelasi Karikatur Indonesia di
Mata Dunia"
3. Bp. Dwi Koendoro Br.: "Prospek Film Kartun Animasi
Indonesia"
4. Bp. Itok: "Menyiasati Pendidikan Anak dengan Kartun
5. Bp. Pri-s: "Visual Metaphor Dalam Kartun"


Informasi: BOG-BOG Bali Cartoon Magazine

Jango, Surya, Ebo, Cece

si Buta dari Gua Hantu dan KomikIndonesia.com di Majalah Tempo

To: "Andy Wijaya"
CC: mki@yahoogroups.com, pasarbuku@yahoogroups.com
From:  "Andy Wijaya" = anwi2000@yahoo.com   
Date: Sun, 6 Feb 2005 17:50:50 -0800 (PST)
Subject: [mki] si Buta dari Gua Hantu dan KomikIndonesia.com di Majalah Tempo


Hi Teman-teman,

Bagi penggemar komik lokal dan khususnya serial si
Buta dari Gua Hantu, Majalah Tempo edisi minggu ini
memuat perjalanan si Buta dari Gua Hantu baik komik,
sinetron, film, profil Ganes Th, KomikIndonesia.com
serta Toko Komik Indonesia. Berisi pula wawancara
dengan para kolektor dan ahli waris si Buta. Tak lupa
hampir seluruh cover komik si buta ditampilkan.

Regards,
aNDy wIJAYa
www.komikindonesia.com
andy@komikindonesia.com


Email of The Day dari milis KomikIndonesia.

To: komik_indonesia@yahoogroups.com
From:  "har riyanto" = "jon1738@yahoo.com"  Add to Address Book
Date: Sun, 6 Feb 2005 19:43:51 -0800 (PST)
Subject: [komik_indonesia] Batman Merambah Asia


Dear All
Udah pada baca Batman: Hong Kong?
Saya cuma prihatin aja, karena agaknya Batman
(Amerika) sudah masuk ke wilayah Asia. Batman:
Hongkong bekerjasama dengan Tony Wong pelukis beken
Cina yang sudah melahirkan banyak karya komik. Saya
lupa judulnya, kalau gak salah judulnya ada tentang
Pendekar Rajawali. Sebelumnya, Batman pernah juga
datang Jepang dan beraksi di jepang.
Saya cuma ingin sharing, betapa dominasi komik luar
negeri begitu dahsyatnya. Andai saja, komikus kita
masih bertahan, tentu Batman, Superman dan
lain-lainnya harus 'berhadapan' atau paling tidak
berkolaborasi dengan jago-jago Indonesia. Mungkin
bakal jadi petualangan yang dahsyat, jika Superman
terserap di lorong waktu dan bertemu dengan Jaka
Sembung di Kandanghaur atau si Buta di kaki Gunung
Bromo. Mungkin juga Gundala bertempur bareng di Gotham
City bersama Batman ngejar Ghazul yang kerjasama
dengan Joker disana.
Seandainya saja...


Thursday, February 03, 2005

Kritikan buat Komik Olvy dari Redi Prio

redi_prio: Assalamu'alaikum
textpict: walaikum salam...
redi_prio: Met siang, Mas Zeni
redi_prio: sibuk?
textpict: lagi NyanDu
textpict: Nyanati Dulu...sambil makan siang
redi_prio: haha
redi_prio: sama dong
redi_prio: habis deadline
textpict: saya lagi deadline...tapi boss yang mau meriksanya lagi rapat...
textpict: jadi ya santai dulu...tinggal nunggu diperiksa kerjaannya
redi_prio: hahaha
redi_prio: kok sama...bosku ya lagi rapat
redi_prio: tapi bedanya, nggak nunggu2 aku
redi_prio: haha
textpict:
redi_prio: oh ya, komiknya mas lumayan juga lho
textpict: eh, di pak Bing, beli berapaan komiknya?
redi_prio: ceban
redi_prio: sepuluh ribu
redi_prio: kemurahan apa kemahalan?
textpict: Yah lumayan sudah diriview majalah Wizard Indonesia juga...Thanks
textpict: Thanks buat belinya tentunya...
textpict: ada saran atau keritikannya?
redi_prio: oh, udah direview Wizard juga
redi_prio: selamat deh
redi_prio: ada sih
redi_prio: ehm ..sebetulnya aku belum baca ceritanya sih
redi_prio: tapi dari segi gambar...sedikit diperhalus mungkin lebih asyik
textpict: diperhalus ya...
textpict: itu soalya 100 % ukrannya sama dengan aslinya...
redi_prio: juga kerapatan gambarnya di tiap frame agak diperlebar
redi_prio: yap
redi_prio: tapi ini masalah selera sih...aku suka kalo diperhalus
redi_prio: ooh
textpict: kalau yang sekarang sudah mulai lebih besar lagi original art-nya...
redi_prio: mungkin...kalo karakter orangnya diperkecil di tiap frame dan background lokasinya sedikit ditonj
redi_prio: sedikit ditonjolkan
redi_prio: tapi, untuk pasar wanita, gambar mas zeni udah cukup kok
textpict: ada lagi gak...
redi_prio: aku pikir pembeli komik itu lebih banyak ceweknya deh
textpict: ou gitu ya...kebanyakan cewek
redi_prio: oh ya, ada
redi_prio: next time, full colour pages doong!
redi_prio: hahahahaha
textpict:
redi_prio: ayo mas, dibuat berwarna
textpict: someday...Insya Allah
redi_prio: kayanya yang perlu diprioritaskan itu sih
redi_prio: mas zeni kuat di colour, kalo liat covernya
redi_prio: Mas, gtg dulu ya
redi_prio: good luck for the next project
redi_prio: salam buat bos mas
redi_prio: Wassalamu'alaikum
textpict: ok komentarmu saya masukan ke blog saya...
textpict: soalnya lagi ngumpulin komentar soal karyanya...
redi_prio: thanks
redi_prio: i really appreciate it
textpict: waalaikumsalam
redi_prio: aku coba nilai dari segi ceritanya, someday!
textpict: thanks a lor, red
textpict: sukses buatmu juga ya...
Yahoo! Messenger: redi_prio has signed out

Wednesday, February 02, 2005

Santay Euy...

Masa deadline baru saja lewat.

Dan lagi mencoba menyetujui pembuatan komik "Kapten BNN" bantuin Inhouse Agency untuk BNN (Badan Narkotika Nasional.

Tuesday, February 01, 2005

Masih di Halamna 23...

Kesibukan di Januari belum berakhir juga di Februari...
Akhirnya ngomiknya rada sedikit pelan...

Tapi yang penting diselesaikan secara detail...

Deadline Disney's Princes masih mundur sampe hari ini dari hari Senin...

Tadi malam ke rumahnya Ellen di Bintaro...
Berangkat dari Palmerah, jauuhhh pisan euy...

Berangkat jam 8 malam, sampe sana jam setengah sepuluh...
Baru kali itu jalan lewat daerah itu...

Maklum orang rumahan, jarang jalan-jalan.

Semoga Sabtu dan Minggu bisa menyelesaikan Jangguter, 36 Halaman.

Jangguter 23

Jangguter halaman 22 sudah selesai...
Baru nulis blog sore hari...

Soalnya hari ini sibuk deadline dan bikin laporan Workshop SMAN Jatiwangi 2005.

Blog Bejo...
Cicil lagi ah...
Free Guestbook from Bravenet.com Free Guestbook from Bravenet.com

Powered by Blogger