Image hosted by Photobucket.com Text and Pict studio: May 2005

Friday, May 27, 2005

Pensil Halaman 26-27 Komik Preman Kapok...

Setelah halaman 25 selesai...

Baru pensil halaman 26 dan 27.

Sore ini harus bikin 5 pensil Pendekar X, buat Deni.

Thursday, May 26, 2005

MOU untuk Hellomotion Shop Sudah Diprint

Akhirnya MOU untuk Hellomotion Shop Sudah Diprint.

Tinggal berangkatnya, di hari Sabtu.

Wednesday, May 25, 2005

Preman Kapok ke Halaman 26

Halaman 25 sudah selesai tadi pagi...

Mungkin 5 halaman di pensil dulu baru ditintain...
Nyicil per 5 halamanlah.

20 Jangguter dan Olvy Di Xeroxed buat Hellomotion Shop.

Baru mau dixeroxed.

Semoga Sbatu bisa datang ke Hellomotion Shop.
Dengan membawa 20 Jangguter dan 20 Olvy.
Plus MOU dengan materai 6000,-


Semoga tidak ada halangan.

Preman Kapok sudah di halaman 24.

Semoga besok sudah ada di halaman 25.

Walau nanti jam 5 ada pemadaman listrik sampe jam 10 malam, :D
Walau cuma diterangin lilin...

:D
:P

Super Bejo Kiriman DBaonk.

Terima kasih banyak buat DBaonk yang sudah mengirim gambar Super Bejo.

Saya suka dengan ide kacamata kerennya dan Janggut Rockernya.

Gambarnya bisa dilihat di :

http://temanbejo.blogspot.com/2005/05/super-bejo-kiriman-dbaonk.html">

Tuesday, May 24, 2005

Langkah Ke 2 TnP

Langkah Jangka Panjang Terdekat TnP ada di forum TnP.

Di kategori Perkenalan dengan Textpicters, di forum Langkah TnP.

Kalau ada yang mau ngasih masukan atau komentar, silahkan saja...:D :P

Monday, May 23, 2005

Artikel Komik menarik : Menemukan “Lochness” di Poso : Hiqmat.

o: komik_alternatif@yahoogroups.com
From:  "hiqmatdarkknight"   Add to Address Book
Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups.com. Learn more
Date: Mon, 23 May 2005 07:49:20 -0000
Subject: [komik_alternatif] Menemukan “Lochness” di Poso (warning: dokumen panjang)


Saya benci ketinggian. Saya benci terbang. Dan pada 33.000 kaki di
atas laut perjalanan saya ke Palu (untuk kemudian ke Poso), saya
menatap keluar jendela pesawat, memaki dalam hati, "kalau bukan gara-
gara komik, saya nggak bakal di sini!"

Perasaan itu pulalah yang mengendap di benak saya sepanjang saya di
Poso (tepatnya di Siuri, kompleks cottage di Tentena), 6-7 jam dari
Palu. Saya di sana pada 15-18 Mei 2005, dan pada 19 Mei 2005 pagi,
saya pulang ke Jakarta –lagi-lagi dengan pesawat (arrgh!). Kalau
bukan gara-gara komik, saya mungkin tak bakal ke daerah konflik macam
Poso, atau ke Madura tahun lalu.

Saya ke Poso diundang oleh Common Ground Indonesia (CGI) untuk
menjadi salah satu fasilitator dalam workshop "Media dan Transformasi
Konflik". Sebetulnya workshop ini adalah pembekalan para calon
pendamping dalam program komik pendidikan CGI, seri Poso. CGI adalah
salah satu LSM yang punya program serius sehubungan dengan komik. Di
tengah lesunya produksi komik Indonesia, komik-komik "proyek" pesanan
LSM lumayan jadi fenomena menarik.

Selain CGI, paling tidak ada 2 komik "proyekan" yang menurut saya
bagus dan fenomenal. Petualangan Wening dkk., Selalu Ada Jalan Pulang
(terbitan ICMC), sebuah komik pendidikan/pembekalan untuk para TKW,
terutama fenomenal karena jumlah eksemplarnya 100.000 –mungkin
cetakan terbanyak untuk komik Indonesia. Semuanya dibagikan gratis
kepada para calon TKW. Komiknya, digambar oleh M. Ariv Russanto &
Didi Purnomo, sendiri lumayan bagus (gambarnya, maupun ceritanya),
dicetak berwarna, dan lumayan tebal.

Yang kedua, komik tentang pengungsi dari LSM Baris Baru, berjudul
Mereka Yang Mengungsi. Barangkali, ini salah satu novel-grafis
Indonesia mutakhir yang terbaik dari segi gambar (oleh Chedarr).
Dalam warna hitam putih, tarikan garisnya sangat kuat dan
penggambaran setting serta pengadegannya terhitung luar biasa.
Ceritanya pun cukup dramatis dan nyastra –hampir tak terasa sebagai
komik "proyekan". Sayang komik ini tak dijual untuk umum, dan saya
belum mendengar komikusnya bikin komik lain.

CGI sendiri terhitung paling serius meluncurkan program komiknya.
Yang pertama meluncur adalah seri Gebora, untuk para remaja di
Kalimantan dan Madura. Seri ini sudah terbit 12 judul, masing-masing
setebal 48 halaman, dicetak berwarna, dengan format seukuran komik
Amerika, tapi dengan sampul dan kertas yang lebih tebal. Kalau tak
salah, masing-masing terbit 12.000 eksemplar. Sebagian dari komik itu
dibagikan sebagai ujicoba di Poso-Tentena.

//Perang Agama, Damai Etnik//
Kita tahu, Poso-Tentena adalah salah satu wilayah konflik agama
paling keras di Indonesia pascareformasi. Konflik itu sudah merupakan
perang agama. Saya dan rombongan kecil dari Jakarta datang dari Palu
tiba di Poso larut malam. Di pos perbatasan Poso-Parigi, kami distop
dan diperiksa oleh aparat keamanan yang jaga (dari kesatuan Brimob).

Kira-kira semenit setelah meninggalkan pos, listrik di Poso (di
sebagian besar wilayah kabupaten itu) mati. Wah! Rupanya sih ini
peristiwa biasa, karena jatah PLN terbatas (kayak Jakarta pada awal
1980-an saja). Tapi buat saya yang terbiasa pada terang Jakarta dan
terhantui cerita-cerita perang di Poso, kan mencekam juga menyusuri
jalan gelap dan pos demi pos jaga itu. 

Toh perjalanan lancar. Rata-rata orang Tentena-Poso yang saya temui
selalu meyakinkan saya bahwa Poso telah aman. Kalau dikorek-korek
sedikit, beberapa mengakui memang kadang masih terjadi pemboman dan
pembunuhan atau aksi massa provokator. Tapi konflik antara Muslim di
Poso dan Kristen di Tentena, secara umum, telah mencapai titik
damai. "Kami sudah capek, perang terus!" kata Jimi, mantan combatan
dan salah satu komandan elite milisi Kristen yang kini aktif di
Crisis Centre dan bekerja untuk proses perdamaian.

Tentu saja perdamaian ini masih dalam proses. Saat ini terjadi
segregasi atau pemisahan wilayah antara penduduk Muslim (di Poso) dan
penduduk Kristen (di Tentena), yang masih sukar dicampurkan. Fadian,
seorang aktivis perdamaian dan pegawai pemda, bercerita tentang Taman
Anggrek di Tentena yang sebelum konflik selalu ia kunjungi –
seringkali bersama rekan-rekan peneliti dari Jawa (ia rupanya
berlatar pendidikan biologi). Taman Anggrek itu lahan penelitian
botani dan hewani yang luas –di sana, misalnya, ada anggrek hitam
yang hanya ada di Indonesia/Sulawesi. Tapi sudah empat tahun ini ia
tak pernah lagi ke sana. "Setelah konflik, tak ada muslim berani ke
sana," katanya. Ia tak tahu apakah Taman Anggrek yang merupakan
kekayaan dunia itu masih terpelihara atau tidak.

Toh proses itu ada. Sekarang, Jimi dan beberapa mantan combatan
Kristen lain duduk bersama Ibrahim, mantan combatan Islam (salah satu
komandan juga), tertawa-tawa bertukar cerita tentang perang. Kalau
sudah ngobrol begini, mereka bisa begadang semalaman. Dasarnya orang
Poso-Tentena rupanya adalah para periang dan pelawak. Mereka alamiah
saja melucu, melontar anekdot, dan tertawa terbahak-bahak. Rupanya
perang yang mengerikan itu menyimpan banyak juga cerita lucu.

Di antara mereka, tampak Alex, aktivis crisis centre GKST (Gereja
Kristen Sulawesi Tengah), memakai kaos bertuliskan Arab Laa Ilaha
Illallah. Para peserta workshop bercampur antara mereka yang
menggunakan kalung salib dan berjilbab. Seperti kata Jimi, mereka
(para aktivis perdamaian) kini sudah amat kompak: "Kalau ada aparat
sedang mencari Ibrahim, misalnya, ia akan kami sembunyikan. Demikian
juga kalau aparat yang mencari saya, Ibrahim akan menyembunyikan saya
di daerah muslim."

Baik para aktivis, para mantan combatan, maupun mantan pengungsi yang
kini jadi penduduk biasa yang hidup dalam segregasi itu, rata-rata
kini merasa bahwa perang agama itu dibikin oleh pihak ketiga dari
luar. Sekarang, berbagai simpul damai sedang diikatkan kembali. "Kami
lihat, budaya kami, etnik kami, bisa menyatukan kami lagi," kata
Jimi. Makanya acara-acara seni macam pentas Tari Dero (sejenis tari
gaul ajang cari jodoh) dan festival budaya Poso September nanti bakal
terus dihidupkan lagi.

//Monster (semacam) Lochness?//
Salah satu milik bersama rakyat Poso adalah Danau Poso. Di tepi danau
inilah festival budaya seringkali diadakan. Danau ini memberi sensasi
unik bagi rombongan kecil kami dari Jakarta. Di tepi danau, kami
menatap debur ombak menghantam pantai dengan keras. Kami datang di
saat musim ombak. Ombak? Pantai? Ya, danau ini bak laut saja
tampaknya. Tapi begitu angin tenang, ombak reda, dan saya
memberanikan diri masuk danau –airnya tawar! Maka percayalah kami,
ini memang danau.

Ternyata danau ini menyimpan legenda besar. Orang sekitarnya menyebut
itu legenda "lampu danau". Heh, rasanya culun memang nama ini. Setiap
malam, selalu ada cahaya yang hilang timbul sepanjang malam, yang
berjalan cepat di beberapa bagian danau. Cahaya itu kecil saja. Saya
melihatnya, dan kalau tak diberitahu Jimi, pasti saya mengira itu
lampu kapal nelayan. Jimi menerangkan mengapa itu tidak mungkin.
Kebetulan memang saat saya menyaksikan itu, ombak sedang besar dan
hujan membungkus danau. Gerak-geriknya juga, menurut Jimi, tak serupa
dengan gerak-gerik boat. Lagipula kadang cahaya itu berpendar kuning,
kadang berpendar biru.

Dalam bahasa awam orang sekitar, "lampu" itu dipercaya bagian tubuh
seekor naga. Entah matanya yang menyala, atau mungkin kulit tubuhnya
yang barangkali terlapis fosfor. Lho, apa hubungannya cahaya itu
dengan naga? Apa ada penampakan? Saya banyak disaran untuk mengobrol
dengan orang-orang tua yang tinggal di kampung-kampung sekitar danau.
(Sayang saya tak punya waktu banyak di sana!) Penampakan terakhir,
kata Jimi, pada 1986.

Waktu itu, penduduk salah satu kampung di tepi danau Poso melihat
sesuatu yang berenang melintas danau di siang bolong. Mereka mengira
itu kijang, karena kijang dikenal sebagai perenang yang tangguh.
Dengan antusias mereka ramai-ramai ke perahu motor mereka,
mengejar "kijang" itu. Sekitar 20 m. dari si makhluk (perahu paling
depan malah hanya sekitar 10 m. dan awaknya sudah bersiap menombak
makhluk itu), terlihatlah oleh mereka bahwa makhluk itu sama sekali
bukanlah kijang!

Makhluk itu, kata sebagian orang, berkepala seperti kuda. Tubuhnya
menjulur seperti ular raksasa, hilang timbul meliuk-liuk di permukaan
danau. Para penduduk kampung itu pun bubar dengan panik, terbirit-
birit kembali ke tepi. Untuk beberapa saat, sang makhluk itu berenang
dengan gemilang di siang bolong itu.

Saya tentu saja terpana. Apalagi ketika Jimi bilang bahwa salah satu
cara untuk memancing "lampu danau" agar menampakkan cahayanya adalah
dengan menyalakan lampu motor dan menderamkan mesin motor kita ke
arah danau. Saya teringat pada sesuatu yang saya baca sewaktu kecil:
monster danau Lochness! Seingat saya, salah satu yang konon memancing
keluar si Nessie (panggilan akrab sang monster) adalah memang lampu
dan deram mesin motor.

Dari sejumlah karakter danau Poso yang saya dapati saat itu, memang
banyak persamaannya dengan danau Lochness. Danau Poso terletak di
pulau dengan kontur berbukit-bukit seperti lingkungan Lochness di
Skotlandia sana. Luas danau Poso adalah 39 X 12 km. Volume airnya
lebih besar daripada danau Toba, karena danau Poso tak punya pulau di
tengahnya seperti Toba. Menurut Fadian, ada penelitian yang mencatat
bahwa di danau Poso ada palung dengan kedalaman mencapai 1300 m.

Salah satu teori tentang monster Lochness adalah ia/mereka merupakan
makhluk yang tinggal di laut dalam, dan sesekali masuk ke danau
karena ada semacam terowongan di kedalaman danau itu yang
menghubungkan Lochness dan laut. Saya tanya kemungkinan itu kepada
Jimi. Ia bilang, mungkin saja. Ia ingat, kakaknya pernah membuat
skripsi tentang temuan sejenis ikan purba di danau Poso. Penduduk
setempat menyebutnya ikan Bongo, berbentuk seperti ikan gabus.

Kakak Jimi mendapati info tentang ikan Bongo (dan mendapati bahwa ini
sejenis ikan purba) dari sumber yang jauh dari Poso: di perpustakaan
IPB, dan dari sebuah dokumen penelitian yang dikirim dari Jepang.
Menurut dokumen itu, ikan Bongo sama dengan ikan Putri (terjemahan
dari nama Jepangnya) yang di Jepang sendiri telah punah. Nah, pernah
ketika sebuah gunung di dekat laut meletus, ikan-ikan Bongo di danau
Poso tampak bermatian karena panas. Jangan-jangan, kata Jimi, memang
ada semacam terowongan di kedalaman danau Poso yang terhubung ke
laut.

Wah! Ini sebetulnya bisa jadi bahan penelitian yang menarik. Saya
ingat, legenda Lochness ternyata bukan eksklusif milik danau
Lochness. Di seluruh penjuru dunia, di danau-danau dengan karakter
serupa Lochness, penampakan serupa Nessie memang sering dilaporkan.
Saya lupa, apakah dulu danau Poso disebut-sebut juga dalam soal ini.
Teman saya serombongan dari Jakarta, Indrajati dari Yayasan ARTI,
mengomel akan tiadanya di Indonesia minat meneliti danau sedahsyat
Poso ini. Saya mendesah, dan sepakat.

Saya pun melamun: paling tidak, danau ini –juga seluruh Poso dengan
segala pengalamannya sebelum, selama, dan sesudah konflik– bisa jadi
bahan menarik untuk cerita komik.

//Komik untuk Poso//
Program komik untuk Poso dari CGI masih di tahap penjajagan. Edisi
pilot atau no. 0 yang telah dibuat memang bagus, menurut saya, jauh
lebih bagus dari seri Gebora. Baik ceritanya, maupun (terutama)
gambarnya yang cenderung pada gaya clear line. Tapi itu pendapat saya
sebagai pembaca Jakarta, yang punya banyak referensi bacaan komik.

Ternyata di Poso, komik praktis hilang sebagai bacaan umum sejak
sekitar 1995. Dulu, akses pada komik didapat dari taman-taman bacaan.
Kini taman-taman bacaan itu telah hilang. Kalau mau beli komik, mesti
ke Palu dulu, ke toko buku Ramedia (bukan Gramedia). Itupun yang
tersedia paling jenis manga. Walhasil, komik kini adalah bacaan
elitis. Kebanyakan penduduk Poso tak lagi akrab dengan komik, atau
buku secara umum. Bukannya lantas mereka kini miskin info. Satu-
satunya akses media mereka kini adalah antene-antene parabola yang
bisa menangkap baik siaran TV nasional maupun siaran internasional
macam CNN atau Channel 5 dari Prancis.

Dengan kenyataan ini, saya harus mengubah penilaian saya. Walau komik
pilot  berjudul seri Perjalanan Mencari Sahabat itu memang bagus,
tapi ia mengandung banyak konvensi pembacaan komik yang mungkin telah
asing bagi para pembaca anak di Poso. Misalnya penyusunan panel dan
urutan membacanya, atau idiom-idiom komik macam sound effect, atau
penyusunan balon kata dan bagaimana membacanya. Jadilah saya lebih
menekankan pada konvensi-konvensi pembacaan itu. Saya juga
mempromosikan medium komik mini-fotokopian 8 halaman, yang saya
uraikan dalam bentuk komik-mini fotokopian 8 halaman.

Dalam perjalanan pulang, di ketinggian (kali ini) 34.000 kaki di atas
laut, saya menatap keluar jendela pesawat. Saya masih benci terbang.
Tapi saya semakin mencintai komik, yang telah membuat saya mengalami
ini semua.***

Sunday, May 22, 2005

Sketch of This Week!

Karena sudah punya buku buat sketch...

Inilah sketch untuk minggu ini...

Klik saja untuk memperbesar gambarnya.

Sketsa Cover Preman Kapok.


Sketsa karakter Marinir...

Preman Kapok di Halaman 22...

Walah gimana nihh target 50 halaman di bulan Mei...

Sekarang sedang nintain halaman 22...

Inker tipis sudah di halaman 25.

Yang penting terus maju.

Progress Penintaan...

Hari Minggu Denny K bertamu ke rumah...

Kirain hari Sabtunya.

Dia datang dan saya belum mandi huehehehe...
Maklum hari libur banyak malas-malasannya terutama mandi.

Baru memperlihatkan beberapa komik saya...
Komik major (waktu di Animik Bandung).
Dan komik indi.
Saya memberi 3 komik indi ke Denny.

Dan memperlihtakan beberapa komik yang sedang dikerjakan.
Komik Pendekar X yang sudah sampai di halaman 50.
Dan komik Preman Kapok yang lagi dikebut, untuk mengejar Juli.

Akhirya diputuskan buat bantuin meninta Pendekar X.
Mencoba dulu...

Paling setiap minggu dia datang mengambil hasil pensilan Pendekar X, 3-5 halaman.
Soalnya pendekar X, ditargetkan akhir tahun muncul.

Ok, Thanks to Denny buat mau bantuin di penintaan.
Dan info seputar nyetak dan nyablon T- shirt -nya.

http://www.threadless.com/

Ini site bagus buat referensi mengenai T Shirt.

Bener-bener pas dengan tema dalam pikiran saya, buat bikin T Shirt, karakter komik dari TnP.

Mungkin mulai minggu depan nyoba bikin ahhh...

Minggu ini bantuin nambahin score bang Shu saja.

:D

Friday, May 20, 2005

Harapan saya mengenai industri komik Indonesia...

1. Komikusnya banyak, dan banyak mengeluarkan komik.

Fakta sekarang: Masih sedikit, banyak tapi masih
berupa bibit.  Tapi semoga bibitnya ini pada gigih
untuk mengeluarkan komiknya.

2. Penerbitnya Banyak, Gigih dan Bersaing secara fair
dan saling mendukung, dan punya khas gaya
penerbitan masing-masing dan berbeda-beda.


Fakta sekarang: Penerbitan yang baru nerbitin komik,
kurang gigih. Jadi timbul tenggelam.
Semoga banyak penerbit yang kuat.

3. Pameran Komik, Mulai banyak dari mulai skala kecil
sampai besar, dengan jenis yang beragam pula, major
dan indi misalnya, atau berdasar jenis ceritanya.  Dan
kalau bisa pameran komik masuk di Galleri yang ada.
Terus pameran dengan award...berdasar pameran
tersebut.
Terus punya Galleri atau tepat pameran yang  selalu
diramaikan dengan pameran komik dengan mudah dan gak
perlu budget banyak, biar pameran komik semakin
beragam.

Fakta : Pameran komik masih seragam...Tapi sudah
banyak.  Semoga punya tempat berpameran khusus komik,
dan sehingga gampang membuat pamerannya dengan tema
yang beragam.

4. Organisasi Komik, Punya tempat sekretariatanya dan
banyak organisasi komiknya. Dan setiap kota ada cabangnya.
Misal MKI, terus persatuan penerbit Komik, Persatuan
komikus, pembaca Komik, Penulis Naskah Komik dan
lainnya.

Fakta : Organisasi komik, baru MKI yang diakui. Dan
beberapa aktivis mahasiswa yang mengadakan pameran di
Kampusnya, dan juga dosen. Organisasi Indie ebelum ada
ya...:D

5. Buku guide untuk komik ada, supaya hak dan aturan
keprofesiannya dilindungi hukum juga.

Fakta sekarang : belum ya...mungkin suatu hari nanti
ada. Yang pertama mungkin oganisasinya didukung dan
terus diperbaiki.

Ou iya tambah buku tentang komik dari pengamat komik dan
komikus sendiri bermunculan...textbook dan buku
artwork kali ya.

6. Ada perusahaan yang kuat dalam menjual karakter dan
memeliharanya dengan baik.

Fakta : belum ada, tapi sudah mulai ada yang ke arah
sana. Mungkin tahap awal...Tapi sudah ada yang
didepan, Wisnoe Lee kali ya...

7. Pemanfaatan Media dengan baik. Komikus dan yang
selalu mengamati dan membaca komik, semuanya sudah bisa
memanfaatkan media dengan mudah, misal internet.

Fakta: sudah banyak yang menggunakan, tapi belum semua
komikus dekat dengan media internet yang bisa
mempromosikan dia ebih luas lagi.
Tapi HP pasti sudah pada punya, :P

8. Distribusi , ada yang jadi distributor khusus
komik. Dan menerima dari berbagai produsen komik, dan
gencar mencari komik.

Fakta : masih dikuasai salah satu major...boleh dikata masih belum
ada yang distribusi komik untuk lokal, kalau komik
luar, kayak komik china dan lainnya dari luar sudah ada...pernah
diliput koranTempo ya.

Zoe Corner bandung sudah seperti itu walau masih
terbatas...

9.  Kerjasama dengan komikus luar, berupa pameran dan
kerjasama lainnya.

Fakta: Sudah ada yang pameran diluar, misal di Belanda
dan masuk lambiek.net.
Tapi belum ada pameran kerjasama di sini.
yang ada baru mengundang komikus dari luar ke sini.
Korea dan Malaysia dan Jepang, bisa diajakin kayaknya.
Sposor dari ke dua belah pihak.

10.  Apa lagi ya...itu dulu...harapan saya...

Nanti ditambah lagi kalau sudah merenung...

Trims


ahmadzeni

Thursday, May 19, 2005

Sketsa Cover Preman Kapok

Baru bikin satu, pake pulpen.
Mumpung punya buku catatan baru, dijadiin sketsa dan segala hal tentang ngomik.

Hari ini emnag sedikit malas...
Tapi bisa nyeket cover dan ngewarnain cover Pendekar X sudah lumyan bua hari ini.

Selasa kan libur yauw...

Semoga bisa 30 halaman selesai.

Wednesday, May 18, 2005

Jangguter Beriklan Di Rekamatra.com

http://www.rekamatra.com/rekamatraCS/comics.php

Lihat di rekamatra bagaian comic ya...

Tuesday, May 17, 2005

Preman Kapok Sudah Ada Di Halaman 21...

Barusan menyelesaikan halaman 20...
Pas pulang makan siang di rumah, :))

Yap, siap-siap ke halaman 21!

Preman kapok masih di Halaman 20

Baru inker tipis niyy...

Semoga besok selesai.

Monday, May 16, 2005

Chat Komik of The Day

webinfoz: assalammualaikom... saya ada emailkan pada kamu komik hang tuah..
textpict: wah terima kasih, Zal
textpict: Saya buka ya
textpict: Wah keren sekali
textpict: saya suka itu
Yahoo! Messenger: webinfoz has signed back in
webinfoz: sudah dilihat?...
textpict: Itu komik terbaru dari Malaysia ya?
textpict: yap, sudah ada 11 halaman
webinfoz: itu.. lama... terbitan dewan bahasa di sini...
textpict: Pada tahun berapa, komik itu terbit?
textpict: dan pelukisnya siapa?
webinfoz: oooo.. itu kerja berkumpilan...
textpict: satu team ya
webinfoz: iya...
webinfoz: ada lagi komik yang dihasilkan...
webinfoz: tapi saya masih mengumpulkannya..
textpict: gak ada websitenya ya?
webinfoz: Ada...
textpict: wah, saya ingin tahu websitenya, 
webinfoz: http://www.karyanet.com.my/lkk/komik.htm
textpict: terima kasih, saya buka websitenya
webinfoz: iya...
textpict: ou sudah ada di sana semua ya...
webinfoz: iya... kamu lihat lah.. dan beri komen
textpict: wah terima kasih banyak ya, atas info websitenya
textpict: tentu, Insya Allah saya kasih komen...setalah melihat semuanya
textpict: http://www.karyanet.com.my/lkk/komik.htm
webinfoz: o.k...
textpict: soory ke paste balik, 
textpict: sorry
webinfoz: tidak apa..apa aaannn..
textpict: saya sebar infonya ya ke forum komik di sini
webinfoz: bisa...terima kasih...
textpict: sudah saya porting di forum yang paling rame di sini
textpict: http://www.freakschool.com/

Sunday, May 15, 2005

Indi Hot News : Undangan Launching Komikindie

Undangan terbuka

Masyarakat Komik Indonesia bekerjasama dengan Panitia
Pesta Buku Jakarta menyelenggarakan

RALLY LAUNCHING KOMIKINDIE

Hari/tgl: Selasa, 27 Juni 2005. Pukul: 16.00 – 19.30
Tempat: Panggung Anggrek
Pesta Buku Jakarta 2005
ISTORA GELORA BUNG KARNO JAKARTA

Moderator : MKI

Bagi yang berminat me-launching komiknya (selama 20
menit)+ sesi tanya jawab, silahkan mendaftarkan
diri/studio dilengkapi dengan contoh komik yang akan
dilaunching disertai profil diri/studio. Pendaftaran
tidak dipungut biaya.

Pendaftaran bisa dilakukan di/ via pos ke alamat :

Zarki
(Masyarakat Komik Indonesia)
JL. H. Samali no 77
Jakarta Selatan 12510
Tel/ Fax: 021 7919 4275

Atau email : masyarakatkomik@yahoo.com
Hunting: Injun 0812 864 1146

Pendaftaran ditutup tgl 15 juni 2005.



Terimakasih

Comic Hot News : LOMBA KOMIK:SAINS ITU ASYIK [untuk remaja]

Lomba Komik IKAPI DKI Jakarta dan Mizan
Tema: Sains Itu Asyik

Kategori I          : SD
Kategori II         : SMP—SMA


Kriteria
1.Terbuka untuk perorangan atau tim (khusus untuk tim,
    semua anggota tim harus berada dalam satu
kategori).
2.Karya berupa komik lepas (bukan serial).
3.Jumlah 12 halaman.
4.Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
5.Karya diserahkan dengan warna hitam putih (BW) dalam
kertas ukuran A3. Bidang gambar 1,5 cm dari tepi
kertas. Disarankan agar para peserta membuat back up
karya dalam bentuk CD.
6.Karya yang masuk menjadi hak panitia.
7.Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
8.Pengumuman pemenang akan diadakan pada saat acara
Pesta Buku Jakarta 2005, Kamis 30 Juni 2005 di Istora
Gelora Bung Karno, Jakarta.
9.Karya diserahkan ke panitia lomba paling lambat
(stempel pos) Senin, 18 Juni 2005 dengan alamat:

IKAPI DKI JAKARTA
Jln. Mustika Jaya No. 9
Rawamangun, Jakarta 13220
Telp. (021) 47862881
Faks. (021) 4712323


Aspek Penilaian
1.      Orisinalitas ide (cerita dan tokoh)
2.      Kesesuaian karya dengan tema (Sains Itu Asyik)

Hadiah
Kategori I
-         Juara I           Rp3.000.000
-         Juara II          Rp2.000.000
-         Juara III          Rp1.000.000

Kategori II
-         Juara I           Rp3.000.000
-         Juara II          Rp2.000.000
-         Juara III          Rp1.000.000

Karya pemenang akan diterbitkan oleh Dar! Mizan (dalam
bentuk kompilasi)

Preman Kapok Di Halaman 20

Dari target 50 halaman di bulan Mei.
Sampai pertengahan bulan ini sudah atau baru di halaman 20...
Bisakah?

Yang penting diselesaikan dengan santay...

28 Tahunku (ahmadzeni)

4 tahun di Jakarta

4,5 tahun di Bandung

Dan 19, 5 Tahun di Jatiwangi.

7, 5 tahun diikuti aktifitas ngomik (Cerita dan Gambar)...

Alhamdulillah, atas semua nikmat hidup ini.
Semoga selalu berguna bagi orang banyak.


Dan 26 Tahun My Aya (istriku).

Thursday, May 12, 2005

My Comic Mailbox :

Inbox : Rinurbad menanyakan nama Indrajati "Pendekar X"
InboX : Rinurbad soal kontrak kerja...

Inbox : Denny Kosasih mengirim inkerannya.
Image Hosted by ImageShack.us

Outbox : Menjawab kiriman DennyK

YM : Ngobrol besrama Rinurbad seputar Pendekar X, nama Indrajati dan Kontrak kerja baiknya. :D

Step 01 Pewarnaan Cover Pendekar X - Motor

Image Hosted by ImageShack.us

Wednesday, May 11, 2005

Cover Pendekar X (in Progress)

PR:
Logo X dan bayangan di Pendekar X bertapa, CnC dari Zeus.


Pendekar X dengan motornya lagi diwarnain terus hari ini...

Preman Kapok Di Halaman 17

Semoga di hari Minggu sudah mencapai halaman 20-an.

My Comic Mail Box

Outbox : Pesan cerita pendekar X 02 ke Rinurbad Bandung.

Inbox : Jawaban harga naskah komik dari Rinurbad

YM : Chat dengan Rinurbad

Outbox : Kirim Keterangan karakter tokoh Pendekar X dan ringkasan Pendekar X 01, dan contoh isi komik Pendekar X 01.

Inbox : Realiza kemungkinan pesan 3 komik (semua judul).

ICHB yang Tertinggal Sudah Diambil dari Percetakan

Akhirnya pas istirahat dan makan siang di rumah.

ICHB yang tertinggal di percetakan ketika nyetak Jangguter.
Karena dijadikan contoh cetak cover Jangguter.

Mungkin sudah satu bulan ada di sana setelah selesai nyetak...
Soalnya dibawa ke rumah pemilik percetakannya, di baca anaknya katanya.

Untunglah masih bisa diambil...

Daripada CD file komik cerpen Olvy Cintaku, yang hilang di percetakan.

Tuesday, May 10, 2005

Pengembangan Komik : Cerita

Baru meng-email Rinurbad, mengenai kesedian dan harga memesan naskah cerita komik dari dia.

Dan membahas pengembangan karakter komik yang tadinya berjudul "regenerasi"
:D, di forum FS.

MY Comic Mailbox :

Outbox : Posting ke milis FGD...dengan rada norka menawarkan yang mau nyetakin buat pergerakan komik indi.

Inbox : Ada satu balasan email dari member FGD, Dedi, yang katanya pernah memenangkan tender TV Guide, dari puluhan percetakan lainnya, karena harganya murah.
Dan dia pernah berbincang-bincang dengan novelis di jalur indi, soal mencetak bukunya.

Outbox : Telpon dan email dari Dedi-FGD, saya catat dan selesai project komik "Preman Kapok" Mungkin bakal dibahas dengan pak Musfar untuk mengontak Dedi FGD atau alternatif lainnya.

Inbox : Via forum FS, Realiza memesan komik saya.

Outbox : Menjawab pesanan Realiza.

Cover Pendekar X-Step Two:

Image Hosted by ImageShack.us

Monday, May 09, 2005

Cover Pendekar X in Progress!

Image Hosted by ImageShack.us

Baru ngewarnain tokohnya...:D

www.pragatcomic.blogspot.com DIUPDATE!

Image Hosted by ImageShack.us

Sunday, May 08, 2005

Hot News: DIY Book Festival Call For Entries

From: "Bruce Haring"
Date: Mon Feb 28, 2005  2:24 pm
Subject: DIY Book Festival Call For Entries




2005 DIY BOOK FESTIVAL CALL FOR ENTRIES

LOS ANGELES (Feb. 28, 2005) _ The 2005 DIY Book Festival has issued a
call for entries for its fourth annual program celebrating the
success of independent authors and publishers.

The DIY ("Do-It-Yourself")Book Festival will consider self-published
or independent publisher non-fiction, fiction,
biography/autobiography, children's books, teenage, how-to,
audio/spoken word, photography, art, comics, 'zines, fan fiction,
poetry and e-books published on or after Jan. 1, 2003.

All entries must be in English and have been self-published or issued
by an independent publishing house that has published less than 50
works since the entry cut-off point. Please note that authors with
Infinity Publishing, iUniverse and other print-on-demand outlets are
eligible for the competition.

Our grand prize for the 2005 DIYBF Author of the Year is $1000 and a
flight to Los Angeles for our gala awards ceremony. Genre category
winners will receive a combination of books, software and cash awards.

Submitted works will be judged by a panel of industry experts using
the following criteria:

1) General excellence and the author's passion for telling a good
story.

2) The unique use of guerilla marketing tactics to reach a wider
audience. This includes innovative marketing, merchandising,
publicity, promotion and other outside-the-box methods of reaching an
audience and generating sales.

ENTRIES: Please classify your book and enter it in the following
categories.Multiple entries must be accompanied by a separate fee for
each book.

1) General Non-fiction
2) General Fiction
3) Children's books
4) How-to
5) E-books (word or .pdf file acceptable)
6) Comics
7) 'zines
8) Photography
9) Fan Fiction
10) Poetry
11) Art
12) Teenage
13) Biography/Autobiography
14) Audio/spoken word
15) Published/Unpublished Short Story (manuscripts welcome)

In addition to honoring the top selections in the above categories,
The DIY Book Festival will award the following chosen from
submissions:

1) DIY Author of the Year-Honors the outstanding book of the
competition.

2) DIY Book Design of the Year-Honors outstanding and innovative
design.

3) DIY Independent Publisher of the Year-Honors the top publisher
based on materials displaying excellence in marketing and promotional
materials, as determined by our judges.

FESTIVAL RULES: DIY Book Festival submissions cannot be returned.
Each entry must contain the official entry form, including your e-
mail address and contact telephone number. All shipping and handling
costs must be borne by entrants.

NOTIFICATION AND DEADLINES: We will notify each entry of the receipt
of their package via e-mail and will announce the winning entries on
our web site (www.diyconvention.com) on Oct. 1. Because of the
anticipated high volume of entries, we can only respond to e-mail
inquiries.

Deadline submissions in each category must be postmarked by the close
of business on Sept. 25, 2005. Winners in each category will be
notified by e-mail before Oct. 1. Please note that judges read and
consider submissions on an ongoing basis, comparing early entries
with later submissions at our meetings.

TO ENTER: Entry forms are available online at www.diyconvention.com
or may be faxed/e-mailed to you. Please contact our office for fax
requests. Applications must be accompanied by a non-refundable entry
fee via check, money order or PayPal online payment of $50 in U.S.
dollars for each submission. Multiple submissions are permitted but
each entry must be accompanied by a separate form and entry fee.

You can also enter the contest by phone by calling 323-665-8080
between 10 a.m. and 6 p.m. Pacific time.

Entry fee checks should be made payable to JM Northern Media LLC.
We're sorry, but entries must be mailed and cannot be delivered in
person or by messenger services to the JM Northern Media offices.

Entry packages should include one copy of the book; any relevant
marketing material; a copy of your official entry form; and the entry
fee or receipt from online payment. Entries should be mailed to:

JM Northern Media LLC
attn: DIY Book Festival
7095 Hollywood Boulevard
Suite 864
Hollywood, CA 90028-0893
Phone: 323-665-8080

AWARDS: Winners of the 2005 DIY Book Festival will be honored at a
gala ceremony held in October in Los Angeles. You do not need to be
present to accept your award or accompanying prizes.

DIY Book Festival winners in each category and their approved guests
will be admitted free to the day's events.The DIY Book Festival
selection committee reserves the right to determine the eligibility
of any project.

The 2005 DIY Book Festival is part of the DIY Convention: Do It
Yourself in Film, Music & Books, which also produces the DIY Film
Festival and the DIY Music Festival. The 2005 DIY Book Festival is
sponsored by Final Draft Screenplay Software; Infinity Publishing;
The Hollywood Creative Directory; Imagic; Alcasid.com and The DIY
Reporter.com.
# # #

Reportase - Pembukaan Toko Komik Indonesia EX

To: komik_indonesia@yahoogroups.com
From: "Rieza FMuliawan"   Add to Address Book
Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups.com. Learn more
Date: Sun, 8 May 2005 17:58:59 +0700
Subject: [komik_indonesia] Reportase - Pembukaan Toko Komik Indonesia EX



Sabtu tanggal 7 Mei lalu, sejak pagi jam 10 , orang sudah mulai
berdatangan dan berkerumun di Toko Komik Indonesia ITC Kuningan , hari itu
Toko Komik Indonesia EX(tension) resmi dibuka, toko yang dimiliki oleh
Andy Wijaya, seorang kolektor komik Indonesia, ini sebetulnya sudah dibuka
sejak akhir tahun lalu dengan menempati satu kavling berukuran 8M2 ,
dan sejak hari itu akan menempati kavling lebih luas berukuran 24M2.

Harapan Andy Wijaya, nantinya Toko Komik Indonesia akan
menjadi sebuah tempat dimana para pembaca setia komik Indonesia, kolektor,
komikus dan pemerhati komik saling bertemu dan berkumpul, bahkan bisa
menjadi pusat pergerakan untuk membangkitkan lagi minat masyarakat
Indonesia terhadap Komik Indonesia. Sampai saat ini Toko Komik Indonesia
sudah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, diantaranya adalah
komunitas milis tjersil - Masyarakat Tjerita Silat Indonesia, dimana Toko
Komik Indonesia akan menjadi outlet utama dalam hal penyediaan buku buku
cerita silat langka, penerbitan buku cersil baru, penerbitan ulang
cersil dan juga menyediakan tempat serta sarana bagi acara acara lainnya
yang bersifat sporadis. Terakhir, bekerja sama dengan milis
Komik_alternatif , Toko Komik Indonesia EX dalam waktu yang tidak lama lagi juga akan
menyediakan dan menyewakan beberapa komik luar yang lebih kita kenal
dengan sebutan "novel graphis" , sehingga mereka yang menyukai jenis buku
ini bisa menyewa di Toko Komik Indonesia tanpa harus membeli atau
mengimport dari luar negeri dikarenakan harga komik jenis novel graphis ini
relatif sangat mahal bagi kantong kebanyakan orang.

Dijadwalkan kalau setiap bulannya Toko Komik Indonesia akan
menyelenggarakan acara bulanan, dan Sabtu tanggal 7 Mei itu bekerjasama
dengan komunitas penggemar cerita silat (cersil) - Masyarakat Tjerita
Silat Indonesia serta majalah Rimba Hijau – Toko Komik Indonesia
mengadakan acara jumpa tokoh antara penggemar cersil dengan Gak Kok Hwie (Gan
KH), seorang penerjemah cersil dari Semarang yang sudah tidak asing
lagi bagi para penggemar cersil juga berbarengan dengan penerbitan
buku-buku baru karya beliau setelah sekian lama berpuluh tahun beliau telah
vakum dalam dunia tulis menulis cerita silat, maka tak heran apabila hari
itu toko ( para penggemar cersil menyebut toko Komik Indonesia dengan ,
"kho mee tiam" = warung komik ) ramai didatangi oleh para penggemar
cerita silat yang berebut berfoto dan meminta tandatangan Gan KH.

Dari pagi menjelang malam, tidak kurang seratus orang dari
berbagai kalangan dan wartawan beberapa surat kabar hilir mudik keluar
masuk toko yang walau sudah diperluas tiga kali lipat menjadi terasa
sangat sempit. Pada kesempatan itu juga dijual beberapa buku cersil milik
koleksi dari anggota Masyarakat Tjersil Indonesia yang langsung menjadi
rebutan, tidak puas dengan cersil saja, para penggemar cersil yang
rupanya menggemari dan mengkoleksi komik indonesia juga berebut untuk
mendapatkan buku-buku komik yang tersedia di toko, tercatat komik2 Taguan
Hardjo, Ganes TH dan Wiro si Anak Rimba merupakan komik yang menjadi
sasaran, walau mereka harus puas dengan repro (fotocopy) tapi cukup
mengobati ke-kangenan mereka akan buku Komik bermutu.

Para pengurus harian Masyarakat Tjersil Indonesia, pengurus
harian majalah Rimba Hijau dan mereka yang tergabung dengan Masyarakat
Tjerita Silat yang menyempatkan hadir dalam acara tersebut, memberikan
komentar senada mengenai dukungannya terhadap acara yang dilaksanakan
oleh Toko Komik Indonesia hari itu, mereka berharap acara demikian walau
masih berskala kecil diharapkan dapat merangsang minat dan gairah
penerbitan ulang ataupun baru untukcersil dan komik Indonesia, lebih jauh
lagi diharap dapat merangsang minat masyarakat luas untuk membaca dan
menggemari kembali cersil dan Komik Indonesia.

Tak pelak kesibukan hari itu membuat Andy Wijaya yang walau
telah diperkuat oleh empat orang asistennya harus tunggang langgang
kesana kemari karena disamping harus melayani para pengunjung yang
mengucapkan selamat , para pembeli buku, ataupun mereka yang hanya sekedar
ingin bertanya tanya mengenai komik dan cersil, tapi mereka juga harus
kerja rangkap dengan pontang panting kesana kemari menawarkan hidangan
makanan dan minuman sederhana untuk para undangan dan pengunjung. Tanpa
terasa malam menjelang , jam sudah lewat pukul tujuh malam ketika
keramaian di toko pun telah mulai reda, para gadis asisten Toko Komik
Indonesia sudah mulai bisa menarik nafas lega dan beristirahat sejenak sambil
minum dan makan kudapan, tapi di sudut toko masih berlangsung
perbincangan serius antara beberapa orang pemerhati komik, pihak penerbit, calon
investor dan orang orang percetakan yang sedang membicarakan strategi
pemasaran dan biaya untuk penerbitan ulang komik Indonesia, mereka
mengaku sudah mulai serius dan tertarik secara optimis untuk menanam modal
dalam penerbitan ulang komik Indonesia. Sampai akhirnya malam itu
penulis meninggalkan toko Komik Indonesia EX, perbincangan masih belum juga
menunjukkan tanda tanda akan bubar. Sementara di siang hari disaat
bersamaan para anggota milis komik_alternatif juga sudah mulai berunding
untuk merencanakan kegiatan yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat
dengan masih bekerjasama dengan Toko Komik Indonesia EX berhubungan
dengan eksistensi dan promosi dari milis komik_alternatif.

Bulan depan, menurut Andy Wijaya bekerja sama dengan
www.KomikIndonesia.com, Toko Komik Indonesia akan mengadakan acara buat para
penggemar komik Indonesia, walau Andy belum bisa memberikan gambaran
mengenai format acara untuk para penggemar komik yang tergabung dalam
milis Komik Indonesia ini, tapi beliau berharap para penggemar komik
Indonesia akan kembali berduyun-duyun menghadiri acara yang akan dirancang
oleh para aktivis komik di www.KomikIndonesia.com tersebut. Apakah ini
akan ada hubungannya dengan launching penerbitan ulang Gundala yang
sudah ditunggu tunggu oleh para penggemar komik Indonesia..? Andy Wijaya
tidak dapat berkomentar lebih banyak dalam menanggapi pertanyaan
tersebut, dan sambil tersenyum beliau hanya bilang bahwa acaranya tidak akan
jauh dari acara penjual komik komik lama koleksi dari Toko Komik
Indonesia yang diantaranya adalah koleksi yang sudah lama di incar oleh para
kolektor komik Indonesia.

Kita tunggu saja acara berikutnya dari Toko Komik Indonesia
EX ,...penulis juga ingin mengucapkan selamat untuk Andy Wijaya dan
semoga sukses untuk Toko Komik Indonesia EX aka Kho-mee Tiam, ....
selanjutnya mari kita dukung Komik Indonesia.



Reportase : Rieza Fitramuliawan

Friday, May 06, 2005

Start: Menyelesaikan Preman kapok...

Semoga akhir Juli selesai...

Hot News: Info dari Toko Komik Indonesia

To: mki@yahoogroups.com
From:  "Andy Wijaya"   Add to Address Book
Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups.com. Learn more
Date: Thu, 5 May 2005 11:35:08 -0700 (PDT)
Subject: [mki] Toko Komik Indonesia dan Masyarakat Cerita Silat (MTjersil)


Dear All,

Buat pengemar Tjerita Silat (Tjersil) karya Chin Yung,
Khulung, Liang Ie Shen, Wang Du Lu dengan penyadur
terkenal seperti OKT, Boe Beng Tjoe, Gan KL, Gan KH,
dan SD Liong, kini semakin mudah untuk mendapatkannya
di:

Toko Komik Indonesia
Mal ITC Kuningan
Lantai 2 Jembatan Penghubung ke Mal Ambasador
Jalan Dr. Satrio - Casablanca
Jakarta Selatan
Telp: 021-92802789 atau HP: 0815-863-79218

Toko Komik Indonesia telah memperluas area toko
menjadi 24 meter persegi di mana sebelumnya hanya 8
meter persegi.

Para pengemar komik baru (indie) dan lawas (seperti
serial Gundala, Godam, Labah2 Merah, Si Buta, Jaka
Sembung, Mandala dan komik2 Medan dengan karya Taguan
Hardjo, Zam Nuldyn, Bahzar, Delsy Sjamsumar, serta
wayang terbitan Melodie atau Maranatha) dapat membeli,
menyewa, sambil berbincang-bincang, untuk itu kami
juga menyediakan tempat baca beserta makanan ringan
dan soft/hot drink.

Rencananya setiap bulan kami akan mengundang komikus
atau nara sumber Komik/Tjersil untuk
berbincang-bincang di toko, biasanya hari Jumat malam
atau Sabtu siang.

Sabtu ini tgl 7 Mei 2005, kami kedatangan pak GAN KH
dan mas Binarto putra almarhum GAN KL salah seorang
penyadur Tjersil terkenal. Beliau membawa tjinkeng
(buku silat) baru yakni PENDEKAR JEMBEL, SAM PO TJU,
dan PAK YU. Ayo datang sekalian minta tanda tangannya.

acaranya Jam 12 siang sampai 8 malam.
Jadi 1 harian tuh ....... mangtap .... lebih dari mantap.

Dateng yeh ...... tanpa kehadiran teman-teman nggak greget tuh acara.

Regards,
aNWi


Regards,
aNDy wIJAYa
021-92802789
0815-863-79218

Tuesday, May 03, 2005

Forum TnP Studio

Update di Komik-Komik Terbitan Elex.

Komik Si Buta Dari Gua Hantu dari Penerbit Satria Pustaka.
Dan Beberapa Komik Indi.

Lewat Deadline Ngeblog Lagi...

Yap..Deadline is Over...

Beberapa kejadian gak sempet di tulis diblog ini...

Padahal kejadinnya cuma...

Telah mengirim komik...

Ke Pak Bing, Pka Akhmad UGM, Ecky Surabaya, Pakketua Bage-jagatkomik.org, ke Denny Baonk-Bogor.

Tapi kalau dihitung-hitung enkan covernya sparasi lebih murah...cuma harus ngumpulin 525 Ribunya itu...

Terus Arya-Redaksi Mombi juga beli 3 komik (Kekek Bejo 1 dan 2, serta Komik Cerpen Olvy).

Dan Besok Libur bo.
Free Guestbook from Bravenet.com Free Guestbook from Bravenet.com

Powered by Blogger