Image hosted by Photobucket.com Text and Pict studio: July 2005

Thursday, July 21, 2005

Pameran Komik Online - MKK dan Preman Kapok

Iya niyy, padahal sudah janji buat ngirim komik buat MKK hari Rabu ini.
Tapi karena masih fokus menyelesaikan komik Preman Kapok akhirnya,
sampai Kamis ini juga masih belum ngirim.

OK, sampai Jumat, masih mengerjakan Preman Kapok.
Tapi Sabtu dan Minggu harus menyelesaikan komik buat MKK.

Soalnya baru sketsa siyy...:D


Siap-siap buat Pameran Komik Online - MKK 2005
http://www.mkk2005.rekamatra.com/

Gundala di Suara Merdeka

From: "henry"


Yth. teman-teman

Hari ini harian Suara Merdeka menurunkan artikel tentang kemunculan
kembali Gundala dan wawancara dengan Pak Hasmi. Artikelnya saya kopikan
sebagai berikut. Semoga teman-teman berkenan. Salam.

Hasmi, Nostalgia Kejayaan Gundala

MEMBICARAKAN kejayaan komik lokal di era tahun 1970-an, tentu kita tak
bisa melepaskan ingatan kepada sosok-sosok superhero Nusantara, di
antaranya adalah Gundala, si putra petir. Dan kalau ingat Gundala pasti
segera ingat pengarangnya, yakni Harya Suraminata atau lebih dikenal
dengan nama Hasmi.Baru-baru ini Penerbit Bumi Langit menerbitkan kembali
komik pertama Gundala Putra Petir ini. Dan, tampaknya buku tentang asal-
usul Gundala ini disambut antusias penyukanya.

Gundala sebenarnya adalah pemuda Sancaka, seorang ilmuwan yang menemukan
serum kebal petir. Karena frustrasi ditinggal pacarnya, Minarti, Sancaka
merusak penemuannya. Dalam gelap malam dan hujan lebat, dia berlari ke
batas kota. Sebuah petir menyambarnya dan mengangkatnya ke langit. Dia
terlempar ke hadapan Kaisar Cronz, yang kemudian mengubahnya menjadi
Gundala. Tapak tangannya bisa mengeluarkan petir dan mampu berlari
secepat kilat.

Ada semacam nostalgia bagi para penggemar yang pada era itu tumbuh besar
berbarengan dengan masa kejayaan komik-komik lokal. Ingatan kemudian
membayangkan sepak terjang Gundala bersama-sama Godam, Maza, Pangeran
Mlaar, Aquanus, Labah-labah Merah membasmi berbagai kejahatan.

Dengan karya seri Gundala sebanyak 23 judul yang diciptakan antara tahun
1969 dan 1982, Hasmi telah menorehkan fenomena yang terus diingat
penggemarnya. Seluruh karya Hasmi itu akan diterbitkan ulang oleh Bumi
Langit. "Tapi untuk seri The Trouble dan Bentrok Jago-jago Dunia tidak
bisa karena berkaitan dengan hak cipta," kata Hasmi (58) di rumahnya yang
sederhana di sebuah gang di Jalan Magelang Km 4 Yogyakarta.

Maklum dalam dua judul itu Gundala dikisahkan bertemu dengan Superman,
Batman, dan superhero dunia lainnya. Namun momentum penerbitannya kembali
terasa pas benar dengan banyaknya tokoh superhero yang diangkat ke layar
lebar, di antaranya Batman Begins, Superman, Fantastic Four, dan
Spiderman. "Di Yogya memang penerbitan kembali Gundala disebut penerbitan
nostalgia," kata Hasmi.

Dalam perbincangan santai dengannya, Hasmi bercerita tentang pengerjaan
Gundala edisi ulang ini dan juga rencananya menghadapi selera pasar yang
sudah berubah. Pasar komik sekarang memang lebih banyak dikuasai komik
Jepang (manga) dan juga kartun Jepang (anime).

Perlu Prahara
Bagaimana Anda melihat peluang komik lokal untuk bangkit kembali?

Memang harus diakui, sekarang sedang terjadi "badai" manga. Kalau ingin
komik lokal kembali disukai pembacanya ya harus dibikin "prahara". Nah
untuk kerja semacam ini perlu orang-orang yang peduli, karena bisnis
komik modalnya harus besar tapi untungnya sedikit.

Nah Penerbit Bumi Langit bercita-cita menerbitkan kembali semua karakter
ciptaan saya, yakni Gundala, Maza, Jin Cartuby, Pangeran Mlaar, Merpati,
Kalong, dan Sembrani.

Tapi apakah cukup untuk menjadikan komik Indonesia berjaya kembali?

Memang usaha yang dilakukan harus kontinu. Tidak bisa hanya seperti orang
meludah dalam banjir. Pasti hilang. Itulah sebabnya saya sangat senang
terhadap adanya lembaga seperti Komik Indonesia. Itu kumpulan para
penggemar komik lokal yang sekarang kebanyakan sudah pada mapan. Jadi,
bisa intens memberikan perhatian pada perkembangan komik lokal.

Apa pengaruhnya buat para komikus lawas?

Terus terang para komikus senior senang, karena ada harapan semua
karakter ciptaan mereka bisa diterbitkan ulang.

Soal Gundala edisi ulang ini?

Saya memang tidak punya masternya. Jadi, ini komik lama yang discan,
terus diperbaiki dalam narasinya. Soalnya kan dulu masih pakai ejaan lama
(pengerjaan touch-up naskah dilakukan tim Bumi Langit, yakni Andy Wijaya,
Iwan Gunawan, Surjorimba Suroto, Syamsudin, dan Toni Masdiono.) Ini juga
menyiratkan Gundala menjadi sebuah kerja tim. Dan, saya ke depan tetap
berperan utama dalam penampilan fisik Gundala. Dulu honornya hanya cukup
untuk sendiri. Jadi, mulai sket, gambar, cover, dan cerita dikerjakan
sendiri.

Dulu ide karakter Gundala dari mana?

Saya memang terpengaruh genre superhero dunia saat itu. Tapi filosofi
power-nya yang berupa petir itu saya ambilkan dari tokoh legenda Ki Ageng
Selo yang diceritakan bisa menangkap petir. Sementara bentuk fisik
Gundala, saya meniru The Flash.

Tetapi kan ada yang khas dengan seluruh seri Gundala ini?

Memang, dulu sampai sekarang yang diingat itu adalah cerita dan adegan
kocak yang khas bagi superhero lokal. Jadi, bisa saja Gundala investigasi
sampai ke planet-planet lain, tetapi suatu ketika juga bisa menanyai
tukang becak di Malioboro. Nah ramuan lokal yang kocak inilah yang bikin
Gundala diterima pembacanya. Dialog-dialog dengan sahabatnya, Nemo, juga
khas Yogyakartanan.

Kayaknya yang paling rame dan paling dikenang adalah seri Gundala Bentrok
Jago-jago Dunia?

Hahaha zaman dulu kami memang buta atau tepatnya membabibuta. Pokoknya
ingin bikin sensasi. Makanya Gundala ditarungkan melawan Superman,
Batman, Thor, dan lain-lain. Tidak sadar kalau itu tindakan kriminal,
karena memakai karakter ciptaan orang lain tanpa izin. Untuk terbitan
ulang ini nanti kayaknya judul itu tidak dicetak karena berkaitan dengan
hak cipta.

Wajah Nemo, sahabat Gundala, kok kayak Anda ya?

Nemo itu memang cerminan diri saya dan itu juga nama panggilan saya. Itu
kayak sahabat Godam, yakni Nur Slamet yang merupakan kepanjangan dari
nama pengarangnya, Wied NS atau Wied Nur Slamet. Selain itu dulu saya
suka memasukkan profil rekan-rekan ke dalam komik sebagai figuran hehehe.

(Dalam sebuah cerita Gundala dikisahkan menengok latihan Teater Stemka
Yogya dan diperkenalkan kepada sutradaranya. "Ini, kenalkan, Mas
Landung". Dan, Hasmi memang menggambar profil dramawan Yogya, Landung
Simatupang).

Ke depan, apa yang akan Anda lakukan dengan Gundala ini?

Sekarang pasar memang sedang dikuasai komik Jepang. Nah kalau ingin
menerbitkan Gundala dengan seri baru, harus ada pembaruan di karakter
Gundala ini. Saya dan Penerbit Bumi Langit akan mengadakan angket untuk
melihat respons pembaruan Gundala ini. Kami ingin membangkitkan karakter
Gundala supaya lebih ngotani. Tidak terlalu ndesa.Ini masih kemungkinan
lo, mungkin saya akan bikin Gundala menghadapi krisis, lalu dia koma. Dan
muncul kembali dengan kostum baru. Ini hampir sama dengan perubahan
kostum Batman maupun Superman yang terus diperbarui penampilannya.

Seri Gundala

Selain Gundala Putra Petir (Kentjana Agung,1969), judul seri selanjutnya
adalah Perhitungan di Planet Covox (1969). Di sini Gundala bertemu dengan
Pangeran Mlaar, yang memiliki tubuh bisa melentur. Mlaar adalah putra
mahkota yang terkudeta. Gundala membantu mengembalikan tahtanya.
Persahabatan itu membuat Mlaar jadi sering main ke Yogyakarta.

Judul berikutnya adalah Dokumen Candi Hantu (1969), yang merupakan
pemunculan pertama musuh bebuyutan Gundala, yakni Ghazul. Lalu Operasi
Goa Siluman (1969), The Trouble (1969), Tantangan buat Gundala (1969),
Panik (1970), Kunci Petaka (1970).

Kemudian dalam Godam vs Gundala (Prashida, 1971) dikisahkan Gundala dan
Godam tanpa sengaja tertukar kostum dan kekuatan super masing-masing.
Masing-masing saling menuduh mereka palsu dan terjadilah perkelahian luar
biasa. Warga Yogya yang menonton jadi bingung, kedua superhero itu kok
bertarung. "Mungkin mereka berebut pacar," komentar seseorang

Setelah mengadu pada pencipta masing-masing, mereka akhirnya bisa balik
normal kembali. Kemudian Gudala juga hadir dalam Bentrok Jago-jago Dunia
(Prashida, 1971), Gundala Jatuh Cinta (1972), Bernapas dalam Lumpur
(1973), Gundala Cuci Nama (1974), 1.000 Pendekar (1974), Dr Jaka dan Ki
Wilawuk (1975), Gundala sampai Ajal (1976).

Dalam Pangkalan Pemusnah Bumi (1977), Gundala diceritakan bertemu untuk
pertama kali dengan calon istrinya. Kemudian berikutnya terbit Pengantin
buat Gundala (1977), Bulan Madu di Planet Kuning (1978), Lembah Tanah
Kudus (1979), Gundala Sang Senapati (1979), Istana Pelari (1980), dan
terakhir Surat dari Akherat (1982).

Yang menarik kisah-kisah Gundala terkadang merupakan cerminan kisah hidup
Hasmi. Dalam Gundala Jatuh Cinta digambarkan cinta Sancaka kepada Cakti,
mahasiswi semester 2 ABA, anak kos asal Pasuruan Jatim. Namun Cakti
menolak cintanya, sehingga Sancaka patah hati dan limbung. "Hahaha itu
refleksi kegagalan cinta saya," kata Hasmi.

Dalam Pengantin buat Gundala maunya Hasmi yang lahir 25 Desember 1946 ini
mencurahkan keinginannya untuk segera kawin. Tetapi ternyata jodohnya
baru diberikan Tuhan dua tahun lalu. "Saya menikah sudah kepala lima,"
katanya. (Bagas Pratomo-46t)

Monday, July 18, 2005

Komik Cerpen : Istri Hipnotis Diselesaikan Oleh Denny Kosasih

Komik cerpen ke dua, akan dikerjakan Denny Kosasih.

Tadinya Denny akan bantuin Pendekar X.
Karena Pendekar X sudah berada di posisi halaman 40.

Dan kalau dipaksakan akan kelihatan perbedaan hasil inker.
Akhirnya Denny ditawarkan komik cerpen.
Dan Denny tertarik untuk mengerjakan "Istri Hipnotis".

Tunggu saja kemunculan komik cerpen "Istri Hipnotis", kemungkinan di tahun 2006.

Komikus Needed : komik KUHAP Bandung

Sebuah organisasi non pemerintah/organisasi non profit di jawa Barat
yang
bergerak di bidang bantuan hukum untuk masyarakat marjinal membutuhkan
satu
orang desainer untuk pembuatan komik KUHAP dengan syarat-syarat:
1. Melampirkan surat penawaran harga
2. Melampirkan contoh gambar
3. Melampirkan CV
4. Gambar harus berkarakter Indonesia dalam keseluruhannya
5. Mempunyai pemahaman umum tentang ilmu hukum
Bagi yang berminat dapat menghubungi LBH Bandung di Jl. Pagaden no. 21
Bandung 40291 Tlp.022-70206243 fax. 022-7208312
email: lbh_bdg@indo.net.id
cc: anggarasuwahju@gmail.com
atau hubungi Yogi 08156847338 atau Anggara 08121453771

Sunday, July 17, 2005

Pemenang Lomba Ngadu Ngomik

Pemenang lomba ngadu ngomik

------------------------------------------------------------------------
pemenang ngadu ngomik dan komikasia award2005


Berikut ini adalah petikan keputusan dewan juri lomba ngadu ngomik dan komikasia award 2005 tentang pemenang untuk masing-masing kegiatan.
 
lomba ngadu ngomik
berdasarkan keputusan juri lomba ngadu ngomik yang terdiri atas ibu machiko maeyama (machiko manga school), ibu retno kristy (elexmedia), pak priyanto (dkv-itb), triyadi guntur (dkv-itb) dan oyasujiwo (komikus), maka pemenang lima besar ngadu ngomik 2005 kerja bareng dkv-itb dengan elexmedia komputindo adalah:
1. Watu, karya Putra Adi Setiawan
2. Bangun Bobok, karya Sonny
3. The Moon, Jumba and I, karya Ariela Kristantina
4. The Sightings. Cp.1, karya Nining Fathia dan Freddy Siloy
5. Jaka Dewa, karya Dicksy Iskandar
 
komikasia award2005 
berdasarkan keputusan juri komikasia award2005 yang terdiri atas Pak Setiawan Sabana (seniman & ekan fsrd itb), Bang Toni Masdiono (praktisi komik), Pak T. Sutanto (dkv-itb), Triyadi Guntur (dkv-itb) dan Hafiz Ahmad (dkv-itb), maka pemenang komikasia award untuk masing-masing kategori adalah:
1. kategori sampul terbaik:
Dua Warna: vol.1 Perburuan Akhir Waktu - Alfi Zachkyelle; M&C!
2. kategori karakter terbaik:
Legenda Sawung Kampret: Mallacca dan Mencari Harta Karun Flor De La Mar; Dwi Koendoro; Creative Media
3. kategori cerita terbaik:
Legenda Sawung Kampret: Mallacca dan Mencari Harta Karun Flor De La Mar; Dwi Koendoro; Creative Media
4.kategori visualisasi terbaik:
Legenda Sawung Kampret: Mallacca dan Mencari Harta Karun Flor De La Mar; Dwi Koendoro; Creative Media
5. kategori komik terpuji:
Legenda Sawung Kampret: Mallacca dan Mencari Harta Karun Flor De La Mar; Dwi Koendoro; Creative Media dan Dua Warna: vol.1 Perburuan Akhir Waktu - Alfi Zachkyelle; M&C!
 
kategori penghargaan khusus:
1. penghargaan pada artis yang banyak memberikan inspirasi:
RA. Kosasih
2. penghargaan bagi terobosan khusus dalam komik:
Novel Komik Olin; DAR! Mizan
3. penghargaan bagi penerbit paling konsisten:
Elexmedia Komputindo
4. penghargaan bagi komik dengan oplah penjualan terbanyak:
Seri Riwayat Nabi Muhammad SAW #2; DAR! Mizan; oplah 120.000 eks
5. penghargaan untuk komik terfavorit pilihan pembaca pada komikasia 2005:
Legenda Sawung Kampret: Mallacca dan Mencari Harta Karun Flor De La Mar; Dwi Koendoro; Creative Media dan Factory Outlet Boys; Oyasujiwo, Iput dan Ipot; Terrant Comics.
 
Penghargaan dan pengumuman bagi seluruh pemenang telah dilaksukan pada malam penganugerahan komikasia award 2005 di aula barat ITB, 9 juli 2005.
 
panitia komikasia2005
------------------------------------------

OK, teman-teman itu info pemenangnya ya.
Kalau ada yang menang, bagi-bagi ya, :)

Thursday, July 14, 2005

Akhirnya Ketemuan Juga Trio MKK

Di pernikahannya Bage, jagatkomik.org, di AIRUD Cilincing.
Rabu, 13 Juli 2005.
Akhirnya ketemu langsung sama bang Shuciantow bersama keluarganya dan sang pengantin, paketua Bage dan mempelainya.

Jauhhh banget bo, tempatnya...

Semoga menjadi keluarga yang baik, dan jadi panutan anak-anaknya kelak, amin.

Sunday, July 10, 2005

Perjalanan ke Bandung KOMIKASIA 2005

Akhirnya setelah sepekan absen nge-blog...
Karena penuhnya aktivitas kerja.

Langsung saja melaporkan perjalanan kemarin melihat KOMIKASIA 2005 dan jalan-jalan di Bandung.

Hari Sabtu saya berangkat jam 9 siang bersama istri tercinta, tentunya, :D.
Tapi sayang dapat kereta yang berangkat jam 11:45, dari Gambir.
Sempet dapat sms dari Anom, yang gak jadi ke Bandung karena harus lembur kerja.
Masih beruntung saya ya, hehehe...

Nyampe di Komikasia jam 4-an...
MazJojo-Freakschool.com nge-sms, selagi saya masih ada di angkot menuju Ganesha.

Tapi saya sempet kaget, pasar Balubur habis jadi jalan layang.
Maklum dari tahun 2001 saya gak pernah ke Bandung lagi...
Ya nyaris 4 tahun gak ke Bandung.

Di Ganesha saya gak langsung ke Komikasia, karena perut kelaparan.
Akhirnya ke Salman dulu, makan dan shalat Ashar.
Inget di Salman ada sohib baik di DKV yang menjadi pengurus Salman.
Tapi karena waktu gak cukup untuk hari Sabtu, akhirnya, langsung ke pameran Komikasia saja.

Pameran bertempat di Aula Timur, ketika saya masuk, angsung bertemu The Martabakers, mas Haviz dan Alva, juga Dee dari studio Uni Komik. Juga ketemu anak MKI tentunya, Injun, Alpih Zackely, Rowal, Reja Ilyas alias Jail.
Salaman dan ngobrol sebentar dengan merka terus saya keliling pameran, secara sekilas, belum bisa menikmati dengan lebih lamaan pameran yang ada, soalnya ada janjian ketemuan anak Freakschool.
Dan benar, beberapa saat kemudian ada informasi anak freakschool ditunggu di pintu masuk.
Langsung menemui Saa, Maz Jojo, Tim Wind Rider, Kisha, dan ada Fegan yang melintas bersama teman-temannya.

Terus setalah ketemu dan bincang-bincang dengan anak Freakschool.
Saya ke dalam lagi, melihat-lihat pajangan karya Text and Pict studio,
dan mengintip buku indi Textpicters yang terjual huehehe...
Terus melihat stand di sebelahnya, ada stand Wizard, Mizan, Elex, Stand MKI yang penunggunya gak kelihatan. Dan beberapa stand usaha komik dan animasi.

Sempat beli buku "Martabak", penting banget nih komik untuk tahu sejarah komik dari negara Amrik, Jepang, Eropah, Korea, Hongkong dan tentunya sejarah komik Indonesia.
Kenapa penting? lumayan menambah wawasan cara mereka dalam memajukan komiknya.
Kalau buku " Martabak" edisi berikutnya muncul lagi saya mau beli lagi, Insya Allah.


Di Sore Sabtu ada pemberian award komik, yang katanya sampai jam 9 malam.
Tapi sayang kita kelelahan dan harus cari penginapan.

Ketika pulang sempat ketemu dengan para komikus yang sudah dewasa...
Kayak, Beng, Anto Motulz, Thoriq...
Cuma keadatangan saya sepertinya membuat keakraban mereka sedikit terganggu akhirnya saya meneruskan perjalanan mencari penginapan.
Padahal kata Anto Motulznya siyy, merka merasa gak terganggu kok...
Mereka hanya nongkrong biasa saja, katanya.
Saya emang menebak-nebak saja, :D.

Dan dijalan ketemu MazJojo.
Dan untung langsung inget bahwa saya mau ngasih komik indi saya ke dia.
MazJojo mau ke Jakarta hari Minggunya katanya.

Tadinya mau nginap di hotel Santika, tapi ternyata penuh (yang buat karyawan, :D).
Akhirnya memilih penginapan di sampingnya.
Check in, terus mandi dan Shalat.
Setelah itu jalan-jalan cari makan di sepanjang Dago.
Ramai sekali euy, edun...
Orang Bandung seperti keluar semua di malam Minggu...

Nelponin teman alumni dari PT. Animik World.
Nelponin Dadan-Komikus yang freelance buat Mizan dan Asyamil,
ngajakin ketemuan besok Minggu.
Terus nelpon Edi, yang kerja di Red Rocket.
Dari Edi saya baru tahu bahwa Red Rocket sudah bubar setahun yang lalu (Hampir setahun).
Animik juga bubar, dan sempet ada lelang, dan yang membelinya alumni Animik Sendiri.
Khabar gembiranya, si Edi ini sudah punya anak,
padahal dia pernah cerita enggak pernah mimpi basah, huehehe...
Dan khabar gembira lainnya, si Moel semakin sukses dalam bidang animasinya (kemungknan 2D).
Malah dia sekarang menggarap animasi buat TV 7, setelah menggarap animasi Mizan dalam bentuk CD.
Moel memang paling ulet.
Sempet nanya-nanya buat nyari Soto Bandung, gak tahunya jauh juga kalau pake kendaraan umum.

Akhirnya makan di sekitar BIP saja dan sedikit belanja-belanja di BIP juga, :P
Pulang jam 9, terus tidur.

Terrnyata saya gak bisa tidur, gak tahu kenapa...
Jam setengah 3 pagi, saya sms si Irwan buat nanyain no HP si Iqbal, huehehehe...
gendeng juga saya...
Bangunin orang jam segituan.
Tapi karena Irwan baik, dibalas juga, :D...
Karena gak bisa tidur, buku "Martabak" saya lalap habis saat itu juga.

Akhirnya saya tidur jam 3 pagi.

Pagi harinya jatah sarapan penginapan dihabiskan...
Dan setelah janjian ketemuan dengan Iqbal, saya datang ke Salman.
Jam 8 pagi sampai jam 10, meonton film-film karya Salman Film Makers.
Iqbal memang sudah jatuh hati sama film.

Jam 10 ke Komikasia lagi...
Ketemu dengan Martabakers lagi yang lagi sarapan bersama si Spaun.
Sempet nanya soal buku Martabak-nya.
Mengenai cara penerbit Jepang saat krisis ekonomi, supaya komiknya survive.
Yaitu dengan cara komiknya dititipkan di Taman Bacaan dengan perjanjian tertentu.
Terus tiba-tiba ada Machiko yang datang, yang sudah akarab dengan Martabakers dan Spaun.
Baru hari ini saya bertemu langsung dengan Machiko sensei.

Melihat-lihat karya lagi dengan detail, emang ok-ok karyanya.
Petshop studio, Eyes studio, Jagatkomik, Rekamatra, Karya pemenang lomba Ngadu Komik, ada karya Fegan dari Pontianak, anak FS juga. Sempet lihat karya Winworker juga, dan masih banyak lagi.
Pokoknya mantap, cuma yang saya yang kebanyakan karya fotokopian huehehe...

Beberapa waktu kemudian Dadan the Big Brother Band datang.
Saya memberikan Komik Indi saya, Olvy dan Jangguter.
Terus ngobrol-ngobrol, sambil melihat pameran.

Terus ke Stand Mizan ketemu sama Fanfan-Mizan.
Ngobrolin soal buku Mizan yang dibeli penerbit Malaysia.
Katanya di Malaysia, kalau bikin komik nabi, sosok nabi gak boleh digambarkan.
Kalau di Indonesia kan hanya nabi Muhammad saja yang tidak boleh digambarkan.
Kalau di Malaysia, semua nabi gak boleh digambarkan...
Kecuali khalifah, bisa digambarkan.

Terus melihat workshop komik yang diadain Mizan.
Ketemu dengan komikus Mizan dan mas Andi Yudha.
Komikus Mizan yang saya kenal, Nonoy dan Iwan.
Yang baru saya kenal hakim, dan satunya...aduh lupa niy.

Karena ada sisa komik, dari 10 komik indi yang sudah saya bawa akhirnya saya bagiin saja, kalau gak salah tinggal 4 buku. Jadi total komik indi yang disebar di Komikasia ya 50 buku.

Keluar dari tempat workshop.
Saya nyari istri saya yang menghilang...
Beginilah kalau sibuk sendiri melihat komik, istri ditelantarkan...huehehe...

Sempat dihadang mas haviz buat ngisi gambar di meja pintu masuk...
karena bingung nyari istri..
Jadi menggambar kakek bejo saja...:D

Dadan yang nemuin istri saya lagi makan di samping pameran.
Ternyata sudah jam 12 dan saatnya makan siang.

Selesai makan siang, saya melihat Wahyudil dan Winworker lagi jalan nyari makan juga.
Sempat foto-foto dulu sama Wahyudil.

Setelah itu ke Salman dulu dan ke Dipatiukur, terminal Unpad, terus ke Leuwipanjang.
Dan balik ke Jakarta lagi naik bis ke :Lebak bulus, dan sampai rumah jam 6 sore.


Begitulah perjalan saya yang penuh nostalgia dengan Bandung.

Fotonya menunggu dicetak...
Maklum gak punya kamera Digital.
Huehehehe...

Dan mohon dihapunten saya belum sempat pamitan ke semuanya yang kenal, saat pulang dari KOMIKASIA.

Usulan buat Pameran KOMIKASIA / Komik lainnya :
Yang kepikiran siyy...
Gimana kalau di acara terakhirnya, ada semacam diskusi peserta pameran dengan pengunjung pameran.
Lesehan juga bisa...
Supaya ada komunikasi yang lebih dekat antara peserta pameran dan pengunjung.

Sunday, July 03, 2005

Hot News : Pekan Komik dan Animasi Nasional V Bandung

From:  "Beng Rahadian"   


Setelah Komikasia 7-10 Juli di ITB
Kota Bandung digeber lagi dengan:

PEKAN KOMIK DAN ANIMASI NASIONAL V
"Digital Freedom"
Tgl: 20-26 Juli 2005

Pembukaan:
Kampus STSI Jl Buahbatu no 212 bandung
Rabu, tgl 20 Juli 2005 pukul 10.00
oleh Menteri Budaya dan Pariwisata

Sekaligus penyerahan anugerah
"Lifetime Achievement untuk RA Kosasih"
dari wakil Konsorsium pembaca RA Kosasih,
penyerahan Reinterpretasi karya Utama RA Kosasih oleh
Ahmad Thoriq mewakili Komikus muda.

------------------------------------------------

Acara
Pameran Komik, Studio kampus dan Penerbit
Pemutaran Film Animasi Lokal
Bazaar dan Musikomik
Tempat Kampus STSI Jl Buah batu no 212 Bandung

-----------------------------------------------

Seminar:
"Pengembangan Teknologi Digital Berbasis Manual"
Kampus Maranatha Jl Cihampelas 169 bandung
Senin, 25 Juli 2005
mulai pukul 8.00-14.00

Pembicara:
1.Tony Masdiono (Pegarang buku 14 Jurus membuat komik)
2.Hariyanto (Bening Animation)
3.Hikmat Darmawan (Penulis dan pengamat komik)
Moderator: Guruh Ramdani S,sn
Reservasi: 40 (umum) 30.000 (Mhs)

---------------------------------------------

Workshop Komik
"Drawing, Click and Publish"
Kampus Maranatha Jl Cihampelas 169 Bandung

Jum'at,22-Juli 2005
Sesi I & II
"Drawing Comics and Digital Solution"
dan "Deal With Publisher"
oleh: Lee Julian & Wendy (Megindo)

Sabtu,24 juli 2005
Sesi III
"Alternative Publishing:Comics Blogger"
oleh Ginkgonk & CommonRoom
Sesi IV
"Story Telling"
oleh: Arief Shidiq
Sesi V
"Visual Touring"
oleh: Akademi Samali
Reservasi: 30.000
--------------------------------------------

Workshop Animasi
kampus Maranatha
"Stroy Telling and Modelling"

Sabtu,23 juli 2005
Sesi I
"Character design & Development"
Oleh: Digital Studio Collage Bandung
Sesi II
"Story board for animation"
oleh: Hariyanto (Bening Animation)
Sesi III

Minggu,24 Juli 2005
Sesi IV
"Modelling 3D"
oleh: Digital Studio Collage Bandung
Sesi V
"Introductory: Digital Imaging"
Oleh: Digital Media Collage Bandung
Reservasi: 30.000

------------------------------------------

Curhatz Komik
Kampus STSI Jl BuahBatu 212 Bandung
"Membaca Monster"
karya Naoki Urasawa
Pembicara:
1.Hafiz Ahmad (pengajian komik DKV ITB)
2.Noviami (Goethe Institut)
3.MnC
Gratis (terbatas)

-------------------------------------------

informasi:
Media Art
Jl. babakan jati no 6 bandung
telp/faks: 022 731 6093
email: pekanlima@yahoo.com

Hunting: Purwa 0811 230 396

HotNews : "MARTABAK: Keliling KOMIK DUNIA" by Alva, Haviz dan Beni

From:  "Nova La Pazzlavainne"

>


Assalam,

Hi Guys & Gals!
Salam sejahtera untuk semua...

Alhamdulillah, buku karangan kami akhirnya terbit
juga... yaitu:
    "MARTABAK: Keliling KOMIK DUNIA"
    Penerbit: Elex Media Komputindo

Sebuah buku yang membahas mengenai komik-komik di
penjuru dunia baik sejarah, perkembangan & pengaruhnya
bagi kita. Terakhir, sebuah tawaran  untuk
mengembangkan komik Indonesia.

Sudah tersedia di kounter-kounter Gramedia & toko buku
di kota anda :)


Bagi teman-teman yang ingin memberikan komentar,
saran, kritik, dan masukannya, kami sangat berterima
kasih untuk dikirimkan ke:
pazzlavainne@yahoo.com
martabak_kit@yahoo.com

Semoga kami bisa menulis lebih baik lagi di kemudian
hari...

Wassalam,
Alvanov

PS. Mohon bantuan penyebarluasan informasi ini, trims
:)
Free Guestbook from Bravenet.com Free Guestbook from Bravenet.com

Powered by Blogger