Image hosted by Photobucket.com Text and Pict studio: TnP Report : Presentasi Anto dan Jagoan Comic di Aksara Bookstore

Wednesday, February 22, 2006

TnP Report : Presentasi Anto dan Jagoan Comic di Aksara Bookstore

Jumat, 17 februari 2006...
Textpicters akhirnya menghadiri presentasi Anto (Admiranto Widjaya) dan jagoancomic.com,
walau dihadang hujan dan badai yang melanda Jakarta,
di Jumat malam tersebut.
Setelah dihadang hujan dan kilat, serta macetnya Jakarta,
yang bikin gerah.
Akhirnya sampai juga di Toko Buku Aksara,
Kemang Raya, pukul 20:15.

Setelah menaruh payung, yang setiap hari saya bawa di tas,
maklum musim hujan, :D.
Saya dan Didi langsung ke tempat diskusi.

Dan hasil dari keterlambatan,
saya gak sempat mendengarkan presentasinya.
Obrolan soal Anto yang akan ke Belanda
untuk melanjutkan komik STORM-nya Down Lawrence,
dan preview hasil karyanya gak bisa terikuti.

Acara sudah memasuki pembagian doorprize melalui quiz.
Tapi dibanding acara sebelumnya, yang hadir lumayan banyak,
mengingat terjadinya badai hujan saat itu.

Saya lihat panitia dari Akademi Samali (Beng, Hikmat, dan Zarki),
berada di dekat counter komik indie, yang diberikan Aksara.
Dan para moderator milis komik_alternatif, mas Rieza dan mas Suryo.
Mas Rieza yang ada di depan, yang selalu vokal berbicara.
Mas Suryo yang keliling diseputar tempat acara.

Ou, iya pas saya masuk saya berpapasan dengan pak Gerdy WK.
Saya cuma bisa memanggut dan memberikan senyum,
dan pak Gerdy membalasnya.
Ingin ngobrol dengan dia.
Tapi rada bingung dan malu.

Karena kursi telah penuh saya berdiri saja...
Doorprize ternyata saat itu diperuntukan buat para wartawan,
Jadi niat saya ngacung saya urungkan, :D
Tujuannya buat dapat doorprize Jagoan Comic yang keren.

Dan saya melihat Dhiar sang pemilik Jagoan Comic,
Anto sang bintang malam itu,
dan Hendra manajer dari studio dimana Anto tergabung,
ketiganya berada di depan.

Tanya jawab dikhususkan buat para wartawan media peliput,
ada Tempo (koran dan majalah), dari majalah komik Valens dan lainnya.
Ou, iya ada wartawan dari majalah Trust juga, majalah ekonomi dan bisnis,
yang keesokan harinya datang ke tempat saya untuk mewawancara.
Jadi pertanyaan yang terlontar, kebanyakan dari para wartawan.
Untung ada satu atau dua pertanyaan dari pengamat komik dan komikus.
Seharusnya, bisa dibagi jadi berapa sesi berdasar profesi penanya.
Ada sesi pertanyaan wartawan, ada sesi buat komikus, pengamat komik,
dan juga pembaca atau penggemar komik.

Pas saat para wartawan memberikan pertanyaan
kepada Anto, Dhiar dan Hendra.
Saya berjalan ke arah beberapa komik indie yang dijual dan diorganisir Akademi Samali.
Ada beberpa komik baru di sana, ada komik karya Akademi Samali, karya dari zarki,
dan ada karya komik dari Hikmat Darmawan, dengan format mini komik hitam putih.
Tapi komik format ini menurut saya kurang disukai
untuk penggemar komik yang pilih-pilih berdasar bentuk komiknya.
Di sana juga terlihat komik Canberra karya Rowal, salah seorang dari tim Graveyardshift studio.
Dan saya membeli komik Canberra ini, dengan sampul merah dan gambar siluete yang asyik juga.
Ditambah bonus 2 stiker. Stiker gambar tokoh komiknya dan stiker tulisan Canberra.
Dan saya lihat komik Canberra langsung laris manis.
Menyusul komik indie lainnya pun terjual laris pula.

Sempat Beng menawarkan saya
untuk presentasi komik SUBE di bulan Juni 2006.
Insya Allah, Texpicters bisa, menunggu tandatangan kontrak
dengan Kumaresh Publication Singapura.
Kalau bisa komiknya sudah terbit juga...
Soalnya tandatangan kontrak terbit,
rencananya akan diadakan di bulan April 2006.
Dan 4 komik SUBE sedang disiapkan sampai bulan Maret 2006.

Saat itu pak Gerdi dan satu lagi komikus sepuh didaulat ke depan oleh panitia acara.
Pak Gerdi menujukan cover Gina untuk komik berikutnya yang terbaru,
dan cover itu yang masih terlihat klasik bagi saya.
Dan satu komikus sepuhnya, maaf saya lupa namanya,
Dia memperlihatkan beberapa isi komik silatnya.
Gambarnya keren-keren, cuma sayang layout komiknya kurang saya sukai.
Karena terlihat crowded, yang sebenarnya bisa lebih menarik
kalau adegan action itu panelnya dikurangi.
Satu halaman paling banyak 5 panel itu yang terbaik menurut saya,
akan membuat sebuah komik terlihat asyik dalam pendramatisiran karyanya.

Dan saya lihat komik-komik zaman sekarang
yang terbaik ya dengan panel yang gak terlalu banyak.
Malah satu sampai 3 panel merupakan pilihan yang bijak
untuk sebuah adegan yang dramatis, seperti adegan action.

Ou iya, sebelum acara Aksara ini berlangsung, saya pernah diperlihatkan sama Anto,
karya fans artnya buat Gina, keren sekali kalau jadi cover komik Gina.
Tapi memang benar kata Anto, di sana ada satu hal yang gak bisa diganggu gugat.

Tapi kalau saya jadi pak Gerdy, saya akan menerima gambar Anto menjadi cover komik saya, :D
Mohon maaf buat pak Gerdy, ini hanya pendapat pribadi saya saja.

Dan jarum jam pun hampir menyentuh pukul 10:00...
Setelah biacang-bincang dengan Fitra indicomic.com,
Erufan Pajar yang datang bersama istrinya,
dan beberapa yang dikenal tapi kurang akrab, hanya dipindai mata saja.

Saatnya pulang...
Hujan sudah mulai reda...

Tinggal menunggu acara berikutnya di Aksara tiap bulannya.
Eko Danging Tumbuh untuk bulan Maret 2006, komikus yang membuat mural di Tembok Berlin-Jerman.
Komikus wanita di bulan April (identitas masih dirahasiakan).
Bulan Meinya, ada Anto Motul, sang Kapten Bandung.

Untuk Juni-nya, Insya Allah TnP studio dengan komik fabel, SUBE.
Semoga Beng sudah mem-fix-an daftar presentasi TnP studio.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

Free Guestbook from Bravenet.com Free Guestbook from Bravenet.com

Powered by Blogger